src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud saat hendak menemui pengunjuk rasa dari aliansi mahasiswa. (Erick)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Mahasiswa dari Aliansi Masyarakat Kaltim Membara (AMKM) terus berupaya memaksa untuk masuk ke dalam kantor DPRD Kaltim.
Para mahasiswa tersebut juga sempat berusaha merusak pagar kantor DPRD Kaltim untuk bisa masuk dan bertemu pimpinan DPRD Kaltim.
Bahkan, mereka sempat memanjat pagar kantor DPRD Kaltim agar pihak kepolisian membuka pintu gerbang.
Tepat pukul 17.13 WITA, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud didampingi anggota DPRD Kaltim menemui aksi massa Aliansi Mahasiswa Kaltim Membara yang melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kaltim terkait penolakan kenaikan harga BBM, Selasa 13 September 2022.
Turut mendampingi Ketua DPRD Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo, anggota DPRD Kaltim Syafruddin, Sutomo Jabir, Sapto Setyo Pramono dengan pengawalan ketat pihak kepolisian dan TNI.
Di hadapan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Perwakilan aksi massa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara mendesak tuntutannya untuk diterima.
“Hari ini pemerintah tidak memiliki komitmen yang besar untuk masyarakatnya. Kami sepakat menolak kebijakan kenaikan BBM,” pekik mahasiswa.
Adapun isi tuntutan aksi massa AMKM :
1. Kami mendorong payung hukum yang jelas atas BBM bersubsidi.
2. Kami mengevaluasi BP Migas atas BBM subsidi.
3. Mendesak diprosesnya mafia migas dengan penegakan hukum yang jelas.
4. Kami mendorong stabilitas harga pokok.
“Kami meminta respon Pemprov tidak menanggapi, sehingga kami meminta respon baik dari DPRD Kaltim untuk mendukung menolak kenaikan harga BBM, ” ucap salah satu perwakilan dari BEM Unmul.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud pun menerima aspirasi mahasiswa. “Terima kasih pada adik-adik mahasiswa yang saya banggakan. Pelangi itu tidak sekonyong-konyong muncul, tapi dia muncul setelah ada proses panjang. Ayo tenang, nanti kita berdiskusi,” katanya.
“Semua aspirasi mahasiswa kami tampung semua,” timpalnya.
Setelah ini situasi aksi menjadi tidak kondusif dan ricuh. Terjadi aksi saling dorong antara aparat dan mahasiswa. Ketua DPRD Kaltim pun dikawal kembali masuk ke dalam gedung.
Penulis: Endang/Erick/Rizki