23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Dampak Wabah PMK, Wajib Karantina 14 Hari, Pasokan Hewan Kurban Tersendat

HEADLINEKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Penetapan karantina hewan ternak dari luar daerah sebagai dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berimbas pada bisnis penjualan hewan ternak di Kabupaten Berau.

Penjualan terhambat karena banyak hewan yang harus dikarantina di daerah asal.
Peternak sapi dan kambing di Gang Muslimin Jalan Pemuda, Samsuri mengatakan, bisnisnya sedikit terkendala karena lalu lintas hewan ternak dari luar daerah dilakukan karantina.

Dia mengaku terkendala mendatangkan pasokan hewan kurban menjelang hari raya Iduladha 2022.

“Sudah banyak yang tanya dan mau pesan sapi untuk kurban tapi hewannya tidak ada,” ungkapnya.

Dirinya sudah mengetahui tentang kebijakan karantina hewan ternak tersebut. Meskipun menyayangkan karena akan memengaruhi penjualan, tetapi dia maklum hewan ternak memang perlu diperiksa kesehatannya. Terlebih lagi ada wabah PMK.

Dia berharap jika tidak ditemukan ciri-ciri ataupun gejala PMK pada tubuh hewan, seharusnya bisa langsung dilepaskan tanpa karantina.

“Karena masa karantina terlalu lama, saya jadi tidak bisa berjualan. Kalau memang tidak ada penyakit secepatnya dilepaskan saja,” pungkasnya.

Samsuri menjelaskan, biasanya ia memesan hewan kurban dari Sulawesi sepekan menjelang Iduladha. Namun, karena pemberlakuan karantina tersebut, setidaknya pemesanan harus tiga pekan sebelumnya.

“Kalau pengiriman paling lama dua hari dua malam. Sekarang kosong, makanya dari Sulawesi saja harapan saya,” tuturnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau sempat memberikan sosialisasi terkait wabah PMK dan melakukan pemeriksaan kandang hewan ternaknya.

Hasilnya, kandang sapi miliknya masih aman. “Kebersihan memang selalu dijaga untuk mencegah semua penyakit dan bukan hanya PMK saja. Semoga tidak sampai ke Berau,” harapnya.

Salah satu pedagang hewan ternak di Jalan Haji Isa 3, Asriansyah juga mengaku sudah melakukan pemesanan sapi dari Sulawesi sebanyak 20 ekor. Saat ini sedang menjalani proses karantina hewan di daerah asal.

“Sapi itu memang disiapkan untuk persiapan Iduladha 2022. Saya juga biasanya jual kambing, tapi sekarang belum ada pesan dari luar,” ucapnya.

Paramedik Karantina Hewan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Recaputri menjelaskan, karantina hewan ternak selama 14 hari dilakukan untuk mencegah terjadinya wabah PMK masuk ke Kabupaten Berau.

Hal ini dikarenakan masa inkubasi virus yang menyerang hewan ternak tersebut terjadi selama dua pekan.

“Jadi kalau dilepaskan sebelum dua minggu, takutnya membawa virus. Memang harus karantina dulu,” terangnya.

Selain itu, dinas terkait juga akan melakukan pengecekan kembali terhadap hewan ternak yang masuk. Jika terdeteksi gejala PMK atau penyakit lain bisa segera ditangani. “Apalagi menjelang hari raya Iduladha hewan yang disembelih kebanyakan dari luar. Untuk itu, perjagaan diperketat,” pungkasnya.

Penulis: Riska

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU