src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Fida Hurasani. (andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Personel pemadam kebakaran (Damkar) Kukar sangat membutuhkan peremajaan unit mobil Damkar guna memaksimalkan kerja di lapangan.
“Personel Damkar kita siap siaga bekerja, tapi masih belum didukung Sapras yang memadai, diperlukan peremajaan mobil Damkar,” sebut Kepala BPBD Kukar, Fida Hurasani, Rabu 1 Maret 2023, saat perayaan HUT Damkar ke 104 tahun, di halaman kantor BPBD.
Pria yang akrab disapa Afe ini mencontohkan, ada unit mobil Damkar yang sudah uzur, berumur hampir 24 tahun.
“Untuk meminta bantuan unit ke Pemerintah Pusat, terkadang jawaban pusat, Kukar ‘kan APBD- nya besar, kok nggak bisa anggarkan pembelian mobil Damkar yang baru,” ucapnya.
Dirinya sudah berkomunikasi dengan Bupati Kukar terkait kondisi Sapras yang dimiliki Damkar Kukar. Hal ini sangat direspon dengan baik.
Dari segi kualitas SDM, lanjutnya, personel yang dimiliki sudah cukup karena sudah miliki pemadam ahli dari berbagai tingkatan keahlian.
Dari 20 kecamatan se- Kukar, yang paling banyak alami kasus kebakaran adalah Tenggarong karena permukiman lebih padat.
Penyebab terbesarnya ada pada kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor serta korsleting listrik. “Jika dibandingkan, aspek kelalaian manusia 90 persen, aspek teknisnya 10 persen,” bebernya.
Bupati Edi Damansyah meminta kepada BPBD untuk membuat skala prioritas kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan Damkar.
“Proses mengedukasi masyarakat pencegahan kebakaran, dan membentuk relawan Damkar di tiap kecamatan dan desa juga sangat dibutuhkan,” sarannya.(#)
Penulis: Andri