30.5 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

Cuci Tangan di Sungai, Kepala Adat Kampung Dumaring Diterkam Buaya

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Adat Kampung Dumaring, AR (68), diterkam buaya di Sungai Bakil, Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, pada Minggu 30 Mei 2021 sekitar pukul 18.30 WITA.

Cuci Tangan di Sungai, Kepala Adat Kampung Dumaring Diterkam Buaya
Luka yang dialami korban akibat gigitan buaya. (istimewa)

Kapolsek Talisayan AKP Herman menyebut, dari penuturan saksi, Akbar (54), kejadian bermula ketika korban ingin membasuh tangan di sungai usai menggelar acara syukuran panen padi. Namun, saat turun ke sungai itulah korban langsung disambar buaya.

“Saya dan beberapa orang lainnya telah naik dari sungai, namun korban tinggal untuk mencuci tangan. Saat itulah korban langsung diterkam buaya,” ungkap Akbar ditirukan Kapolsek, Selasa 1 Juni 2021.

Dikatakannya, ketika diterkam, AR langsung dibawa ke dasar sungai. Beruntung, ketika korban timbul ke permukaan sungai, segera diselamatkan oleh keluarga dan warga setempat.

Korban sempat melakukan perlawanan sehingga buaya melepas gigitannya.“Buaya sempat melepas gigitannya di tengah sungai, lalu korban berusaha berenang ke tepi,” ujarnya.

Pada saat korban sampai di tepi sungai, kaki korban kembali ditarik buaya. “Alhamdulillah terlepas lagi,” lanjutnya.

Korban berhasil diselamatkan sekira pukul 19.00 WITA dengan luka yang cukup serius di bagian kaki dan tangan sebelah kanan. Dia ditangani Puskesmas setempat lalu dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb.

Buaya muara dengan nama latin crocodylus porosus merupakan salah satu dari 3 jenis buaya yang tersebar di Kalimantan. Sejak dilindungi oleh Pemerintah Indonesia, selama lebih dari 35 tahun belum pernah dilakukan kajian kondisi populasinya di alam.

Sementara itu, dari tahun 2007-2014, tercatat 279 serangan buaya di Indonesia telah terjadi. Dengan 268 kasus serangan di antaranya dilakukan oleh buaya muara dan 135 di antaranya berakibat fatal dengan kematian.

Provinsi Kalimantan Timur memiliki kasus konflik manusia dengan buaya paling tinggi di antara 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Penulis: Sofi
Editor: MH Amal

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER