src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Buka Pangan Murah, Dirjen Holtikultura Minta Kaltim Siapkan Lahan Pangan Hadapi IKN

Buka Pangan Murah, Dirjen Holtikultura Minta Kaltim Siapkan Lahan Pangan Hadapi IKN

3 minutes reading
Friday, 22 Apr 2022 16:31 370 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kementrian Pertanian bersama Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kaltim menggelar kegiatan Pangan Murah, yang dilaksanakan di halaman Koramil 0901-03/Samarinda Seberang Jalan Bung Tomo, Jumat 22 April 2022.

Acara tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura dari Kementrian Pertanian, Prihasto Setyanto. Dihadiri oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan Pertanian dan Holtikultura Provinsi Kaltim M Alimuddin dan unsur pimpinan Forkompinda Kaltim.

Pangan Murah akan digelar selama tiga hari, yakni hari ini Jumat hingga Minggu (24/4/2022).

Berbagai bahan pokok, sayuran, buah-buahan hingga bibit pohon dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah langsung berupa paket sayuran gratis kepada pembeli bahan pokok di kegiatan Pangan Murah.

Dirjen Holtikultura Prihasto Setyanto mengatakan, di setiap kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta kepada jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan, mengamankan pangan. Karena kata dia, keterkaitan dengan pangan ini sangat penting.

“Kalau pangan tidak aman, akan berpengaruh pada stabilitas pangan. Oleh karena itu Menteri Pertanian selalu mengarahkan pada jajarannya agar berkoordinasi dengan TNI-Polri dan seluruh perangkat, karena pangan ini menjaga kita semua. Tanpa pangan yang stabil, tentu keamanan tidak akan terjaga ,” ucapnya.

Menteri Syahrul Yasin Limpo juga telah memerintahkan seluruh jajarannya di Eselon I dan II sudah bergerak ke lapangan, sejak H-10 hingga jelang lebaran Idul Fitri ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan di seluruh daerah, termasuk Kaltim.

Dikatakannya, Kaltim sebagai calon Ibukota Negara, harus memiliki lahan yang cukup untuk mendukung pertanian menyiapkan bahan pangan.

“Saya ditugaskan ke Kalimantan. Menurut saya, Kaltim sudah sangat baik, apalagi dengan keputusan pemerintah membangun IKN, tentu ke depan seharusnya pangan dapat disediakan oleh Kaltim sendiri. Jangan sampai nantinya begitu banyak yang pindah ke Kaltim, tapi pangannya tidak tersedia. Karena kalau kami lihat di sini, banyak pangan disuplai dari Jawa, Sulawesi dan NTB. Ke depan, agar tidak menimbulkan gejolak, maka Kaltim harus membuat pangan sendiri,” katanya.

Masih kata dia, terkait dengan IKN, Kementrian Pertanian telah membuat simulasi dibangunnya lahan pertanian. Diantaranya untuk komoditi bawang merah dan cabai. Ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kebutuhan pangan di Kaltim seiring dengan pindahnya Ibukota Negara.

“Diperkirakan ada 2,5 juta orang akan pindah ke Kaltim, tentu ini membutuhkan pangan yang tidak sedikit. Holtikultura sudah memonitor cabai dan bawang merah, setiap tahun membutuhkan antara 18 ribu hingga 20 ribu ton. Tapi kalau ada tambahan 2,5 juta penduduk, harus ada tambahan lahan pertanian sekitar 2.000 hingga 3.000 hektar untuk memenuhi kebutuhan pangan,” bebernya.

“Iklim dan curah hujan dengan tanah yang subur, Kaltim cocok untuk ditanami bawang merah. Tinggal petaninya saja, apakah sudah ada yang siap. Nantinya akan kita kembangkan bertahap,” katanya menambahkan.

Untuk mengantisipasi gejolak pangan, Kementrian Pertanian juga sudah melakukan pemetaan wilayah kabupaten/kota yang cocok untuk ditanami.

“Kami sudah petakan semua, dimana saja yang cocok dan sesuai. Bahkan rencananya dalam bentuk klaster, seperti cabai, padi, bawang merah. Tentu disesuaikan dengan lahan yang ada. Tentu ini membutuhkan semangat, khususnya dari para petani,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x