src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Buaya Muncul Saat Pertemuan Warga, Gideon Soroti Perlunya Solusi Konkret

Buaya Muncul Saat Pertemuan Warga, Gideon Soroti Perlunya Solusi Konkret

2 minutes reading
Tuesday, 24 Feb 2026 17:44 59 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kemunculan buaya di sekitar permukiman warga kembali memicu kekhawatiran serius. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menegaskan persoalan ini tak lagi bisa dianggap insiden biasa, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tabalar. Ia menceritakan, di tengah pembahasan program pembangunan, pertemuan warga mendadak terganggu oleh kabar seorang warga digigit buaya di Karang Ambon, tak jauh dari lokasi kegiatan.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.00 Wita, saat pertemuan masih berlangsung. Seekor buaya dilaporkan muncul di gang permukiman dan menggigit warga yang tengah mencuci motor. Situasi yang semula kondusif berubah ricuh setelah kabar tersebut menyebar dan sempat direkam warga.

“Saya sedang pertemuan dengan warga, tiba-tiba suasana heboh. Ternyata ada warga yang digigit buaya di gang sebelah,” ujarnya.

Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap langkah penanganan dengan pihak terkait. “Perlindungan satwa itu penting, tetapi keselamatan manusia juga tidak boleh dikesampingkan. Jangan sampai masyarakat terus hidup dalam rasa waswas,” tegasnya.

Gideon juga menyoroti dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi dan pariwisata. Rasa tidak aman, kata dia, dapat memengaruhi citra daerah, terutama jika kasus serupa terus berulang tanpa solusi konkret.

Ia mendorong adanya forum bersama untuk merumuskan langkah strategis. Salah satu opsi yang mengemuka adalah wacana penangkaran buaya di salah satu kampung di Kecamatan Tabalar sebagai upaya pengendalian populasi.

Namun, ia mengingatkan agar setiap kebijakan tetap berbasis kajian dan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. “Kita tidak bisa hanya menunggu. Daerah harus proaktif menyampaikan konsep dan kebutuhan riil di lapangan. Solusi harus lahir dari kondisi yang benar-benar terjadi di masyarakat,” pungkasnya. (Adv13/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x