src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau Sri Juniarsih. (foto: Riska)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Balai Adat Kampung Tepian Buah Kecamatan Segah akan menjadi balai adat terbesar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan, pembangunan balai adat tersebut juga akan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya sehingga menjadi daya tarik pariwisata di Kabupaten Berau.
“Kita harus bangga karena akan memiliki balai adat terbesar se-Kaltim dan Kaltara,” ucapnya.
Dirinya berharap, melalui bantuan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, pembangunan balai adat tersebut dapat selesai tepat waktu sebelum acara Musyawarah Besar (Mubes) Dayak Kenyah se-Kaltim Kaltara yang dilaksanakan di Tepian Buah, Kecamatan Segah.
“Balai adat ini bukan hanya milik kampung dan kecamatan tapi juga milik seluruh masyarakat di Kabupaten Berau,” ungkapnya.
Kata dia, bantuan dana hibah untuk pembangunan balai adat Kampung Tepian Buah telah digelontorkan pada tahun 2020 lalu. “Insya Allah kita anggarkan lagi di APBD murni 2024,” tuturnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Ilyas Natsir mengatakan, dana hibah dari Pemkab Berau telah diberikan untuk pembangunan Balai Adat Tepian Buah pada tahun 2020 dan 2022.
Masing-masing sekitar Rp 500 juta. Pasalnya, dana hibah tidak dapat diberikan setiap tahun sehingga baru bisa diberikan kembali pada tahun 2024.
“Namun akan disesuaikan kembali melalui proposal dan kebutuhan mereka, bisa saja nilainya lebih besar,” bebernya.
Pihaknya menunggu pihak kampung untuk mengusulkan proposal. Selain itu, pihak kampung juga bebas mencari dana lain seperti dari pihak ketiga untuk membantu pembangunan balai adat tersebut.
“Boleh mencari dana yang lain semisal dari perusahaan, CSR dan sebagainya, atau kumpulan dari masyarakat itu dibolehkan. Tetapi tidak tumpang tindih dengan dana yang kita berikan,” jelasnya.
Dikatakannya, semua kegiatan adat, seni, dan budaya akan dipusatkan di Balai Adat Kampung Tepian Buah. Bahkan, pihak kampung boleh memanfaatkan balai adat tersebut untuk acara resepsi pernikahan atau lainnya sehingga akan menjadi pemasukan bagi kampung.
“Ada rencana di tempat lain seperti di daerah pesisir. Ini kita sudah lihat, nanti kita sesuaikan dengan proposal dan yang paling besar ini,” pungkasnya. (Riska)