src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Kukar Edi Damansyah saat mewisuda Tahfidz Al Qur’an Yayasan Al-Anshar Tenggarong (foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah kini memasukan program Satu Desa Satu Tahfidz dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar untuk lima tahun ke depan.
Langkah ini mendesak dilakukan, karena kondisi setiap desa-desa di Kutai Kartanegara masih saja ada yang alami kesulitan untuk mengisi kekosongan imam masjid. Akibatnya, ibadah sholat Jumat tak bisa digelar atas kondisi tersebut.
Bupati Edi pun mengaku telah mengalami masalah tersebut. Ia pernah mengunjungi salah satu masjid yang ada di desa, jika Imam masjid sedang ke Tenggarong dan Samarinda. Sholat Jumat di masjid desa tersebut ditiadakan, dan harus beralih solat Jumat ke masjid desa disebelahnya akibat tak ada imam masjid.
“Kami punya kesimpulan di desa tersebut krisis Imam masjid. Maka kami canangkan program satu desa satu tahfidz,” cerita Bupati Edi Saat wisuda para Tahfidz Al-Qur’an lulusan Yayasan Al-Anshor Tenggarong.
Edi meminta kepada lulusan tahfidz lulusan Yayasan Al-Anshor, yang tidak lanjut ke Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an (PTIQ) Jakarta, untuk kembali ke desa mewujudkan komitmen bersama dengan Pemkab Kukar. Agar bisa membuka rumah tahfidz yang skala kecil.
“Ayo buka rumah tahfidz di desa masing-masing,” sebutnya.
Edi mengucapkan rasa syukurnya kepada angkatan kedua Tahfidz Al Qur’an atas berhasil mengenyam pembelajaran hafalan Al-Qur’an selama satu tahun, dengan beragam kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa.
“Bagus ini, sudah ada yang hafal sebanyak 30 juz, ini membuat saya bangga,” ucapnya.
Bupati Edi berharap, dari 18 Kecamatan yang ada di Kukar, dapat ikut serta mengirimkan calon Tahfidznya untuk menempuh sekolah tahfidz di yayasan Al-Anshor.
“Masih ada kecamatan yang belum mengirimkan siswanya, ini akan kita sosialisasikan terus ke masyarakat, ” pungkasnya. (ADV)