src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> APBD Kukar Turun Drastis, Ini Saran dari Ekonom Unikarta

APBD Kukar Turun Drastis, Ini Saran dari Ekonom Unikarta

waktu baca 2 menit
Kamis, 28 Agu 2025 21:48 640 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Penurunan pendapatan APBD Kukar yang cukup signifikan akibat pemangkasan dana transfer daerah dari Pemerintah Pusat harus jadi alarm bagi pemerintah daerah. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Febis) Unikarta Tenggarong Sabran menyarankan agar Pemkab Kukar tetap hati-hati sebagai pengguna anggaran.

“Pasti kaget jika APBD Kukar 2025 yang dipatok Rp 11,5 triliun, berpotensi turun jadi Rp 3 triliun. Biasa dapat uang banyak, ternyata kena pangkas,” ucap Sabran, kepada Headlinekaltim.co, Kamis 28 Agustus 2025.

Dia meminta Pemkab Kukar menyikapi efisiensi dengan memilah kembali program prioritas. Jika bukan prioritas, maka jangan dipaksakan untuk dijalankan. “Yang prioritas bidang pendidikan, kesehatan dan belanja pegawai. Selain itu, nonwajib penyesuaian saja jika anggaran tersedia.  Untuk pendidikan saja nanti akan dipilah lagi, mana prioritas, mana tidak,” ujarnya.

Dengan adanya defisit anggaran, perlu dievaluasi juga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), rencana kerja(Renja) OPD, termasuk visi dan misi Bupati dan Wabup Kukar.

Doktor lulusan Unibraw Malang ini menyebut Kukar akan menghadapi situasi berat jika anggaran tinggal Rp3 triliun. Kukar pernah mengalami defisit APBD. Namun, itu tidak bisa disamakan antara dulu dan sekarang.

“Tingkat inflasi berbeda antara dulu Kukar masih APBD Rp 6-7 triliun dengan Kukar yang tembus di atas Rp 10 triliun,” ujarnya.

Belum lagi tuntutan dan kebutuhan masyarakat berbeda serta visi dan misi kepala daerah lebih kompleks. Pihak yang merasakan dampak besar dari penurunan APBD Kukar, lanjut dia, ada tiga: kontraktor yang selama ini mengandalkan pekerjaan Pemda, pelaku UMKM dan pegawai negeri.

“Karena pos APBD untuk belanja gaji dan tunjangan pegawai Kukar besar juga. Jika terjadi pemangkasan pasti berdampak besar,” ungkapnya.

Pemangkasan APBD juga akan terasa bagi masyarakat Kukar khususnya Tenggarong karena perputaran ekonomi mengandalkan belanja pegawai. “Anak muda Tenggarong banyak yang kreatif berjualan kopi, tapi akan berdampak kalau pendapatan pegawai alami penurunan,” jelasnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x