src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Apakah Kolesterol Telur Berbahaya? Riset Terbaru Ungkap Fakta yang Mengejutkan

Apakah Kolesterol Telur Berbahaya? Riset Terbaru Ungkap Fakta yang Mengejutkan

3 minutes reading
Friday, 31 Oct 2025 13:53 129 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Bagi banyak orang, telur menjadi pilihan sarapan yang praktis dan bergizi. Makanan ini kaya protein, vitamin, serta mineral penting, namun kerap dikaitkan dengan kolesterol telur, risiko kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan berbagai mitos kesehatan yang membingungkan. Padahal, sejumlah penelitian terbaru memberikan gambaran berbeda soal dampak kolesterol telur terhadap tubuh.

Dilansir dari CNN Indonesia, banyak orang mengandalkan telur sebagai menu sarapan karena cara pengolahannya mudah, cepat, sekaligus memberikan energi yang cukup untuk beraktivitas. Telur dikenal sebagai sumber kolesterol telur yang kerap dituding meningkatkan kadar kolesterol darah dan risiko penyakit jantung.

Menurut penjelasan ahli, kolesterol sejatinya merupakan komponen penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon, menghasilkan vitamin D, hingga membantu pencernaan lemak. Dua jenis kolesterol utama adalah LDL yang dikenal sebagai kolesterol “jahat”, serta HDL yang berfungsi mengangkut kembali kolesterol berlebih dari pembuluh darah.

Ahli gizi klinis Khushma Shah, seperti dikutip Health Shots, menjelaskan:

“LDL bisa menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, sedangkan HDL justru membantu membersihkan LDL dari aliran darah.”

Shah menambahkan bahwa kolesterol juga diproduksi secara alami oleh tubuh.

“Tubuh kita memang memproduksi kolesterol secara alami, tapi makanan seperti daging, keju, dan kuning telur juga bisa menambah asupan kolesterol. Jadi, kuncinya bukan menghindari sepenuhnya, tapi menjaga keseimbangan antara LDL dan HDL,” tambahnya.

Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 186 mg kolesterol telur, yang sebagian besar berada di kuningnya. Jumlah ini sempat membuat banyak orang khawatir, terutama setelah penelitian North Western University menyebut konsumsi setengah butir telur per hari dapat sedikit meningkatkan risiko penyakit jantung.

Namun, riset yang lebih baru membantah kekhawatiran tersebut. Studi tersebut menunjukkan bahwa kolesterol telur dari makanan tidak secara langsung menaikkan kolesterol darah pada kebanyakan orang. Hal ini karena hati akan menyesuaikan produksi kolesterol sesuai asupan yang diterima.

Menurut Harvard Health Publishing, sumber utama kolesterol dalam tubuh justru berasal dari hati, bukan dari makanan. Yang lebih memengaruhi kadar kolesterol darah adalah konsumsi lemak jenuh dan lemak trans, misalnya pada daging olahan, mentega, atau makanan cepat saji—bukan kolesterol telur.

Dengan demikian, cara mengolah telur dan menu pendampingnya jauh lebih berpengaruh. Telur rebus yang dipadukan dengan alpukat atau roti gandum jelas lebih sehat dibanding telur goreng yang dimasak dengan mentega dan disajikan bersama bacon, yang dapat meningkatkan kolesterol jahat.

Jawabannya: boleh, selama dalam jumlah wajar dan dikonsumsi oleh individu sehat.

Riset skala besar dari Journal of Heart tahun 2018 di China—melibatkan hampir 500 ribu orang dewasa—justru menemukan bahwa konsumsi satu butir telur setiap hari berhubungan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung dan stroke. Meski mengandung kolesterol telur, makanan ini tetap memberi manfaat bagi kesehatan.

Telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi peradangan. Kandungan protein berkualitas tinggi di dalamnya turut membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x