src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Angin Segar dari Sektor Perkebunan, Sumbang PAD Signifikan

Angin Segar dari Sektor Perkebunan, Sumbang PAD Signifikan

2 minutes reading
Tuesday, 4 Mar 2025 21:24 304 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau pada tahun 2024 mencapai Rp337 miliar. Jumlah ini melampaui target Rp303 miliar. Sektor pertambangan dan perkebunan masih menjadi penyumbang terbesar dari total PAD itu.

Berdasarkan data yang ada, PAD terbesar disumbangkan dari sektor pertambangan yakni sebesar 11 persen. Sedangkan penyumbang terbesar kedua sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas sebanyak 7 persen di PAD.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau Lita Handini mengatakan sektor perkebunan dan pertanian di Berau memang mulai menunjukkan peningkatan.

“Kita berharap di masa mendatang, jika sektor pertambangan tidak lagi menjadi penyumbang terbesar PAD Berau, sektor perkebunan ini dapat menjadi andalan, dan semakin hari semakin meningkat,” katanya ditemui Selasa 4 Maret 2025.

Kepala Bapenda Berau Djupiansyah Ganie, saat ditemui menjelaskan capaian PAD Berau memang melampaui target. Namun, ada sektor-sektor tertentu yang masih perlu diperhatikan.

“Untuk retribusi pajak dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, masih ada yang belum sepenuhnya memenuhi target,” ujar pria yang akrab disapa Djupi tersebut.

Secara rinci, kontribusi dari berbagai sektor PAD menunjukkan pencapaian yang beragam. Untuk Pajak Daerah, dari target Rp93 miliar, realisasi mencapai Rp90 miliar atau sekitar 96,26 persen. Retribusi Daerah melampaui target, dari Rp110 miliar menjadi Rp113 miliar, setara dengan 100,2 persen.

Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dari target Rp19 miliar, terealisasi Rp18 miliar atau 94 persen. Sedangkan untuk sumber lain-lain PAD yang sah mencapai Rp115 miliar, jauh melampaui target Rp80 miliar.

“Dari tahun ke tahun, sejak 2022 hingga 2024, capaian PAD Berau selalu sesuai target. Ini penting untuk memastikan bahwa program pembangunan yang mengandalkan PAD dapat berjalan dengan baik,” tambah Djupi.

Sektor hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan menjadi salah satu yang belum mencapai target. Dimana kontribusi terbesar datang dari beberapa perusahaan daerah, yaitu PT Hutan Sanggam Labanan Lestari Rp28 juta, Bank Kaltimtara Rp14,9 miliar, Perumda Batiwakkal Rp1,4 miliar dan PT Indo Pusaka Berau Rp2,3 miliar.

Meski capaian PAD secara umum menggembirakan, Bapenda tetap akan mengevaluasi sektor-sektor yang belum mencapai target. Evaluasi ini penting agar di tahun berikutnya kita bisa mengantisipasi kegagalan dan meningkatkan capaian pendapatan.

Djupiansyah menekankan, pencapaian PAD bukan hanya soal angka, melainkan juga keberlanjutan pembangunan daerah. Sebab, setiap pendapatan yang ditargetkan sudah direncanakan untuk mendanai belanja daerah. Ketika target tidak tercapai, itu bisa memengaruhi pendanaan pembangunan. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x