src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Air Terjun Kembar di Santan Ulu, Surga Tersembunyi yang Menanti Jalan Menuju Ketenarannya

Air Terjun Kembar di Santan Ulu, Surga Tersembunyi yang Menanti Jalan Menuju Ketenarannya

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Jun 2025 14:08 719 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Di balik lebatnya hutan dan aliran sungai yang jernih di Dusun Wirasatu, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, tersembunyi sebuah permata alam: Air Terjun Kembar. Keindahan alami yang ditawarkan destinasi ini menjanjikan potensi wisata unggulan bagi Kutai Kartanegara. Sayangnya, pesona tersebut masih terkurung keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan yang belum memadai.

Air Terjun Kembar berada di RT 04 Dusun Wirasatu, dan menyuguhkan pemandangan eksotis berupa dua aliran air terjun yang mengalir sejajar, berpadu dengan suasana hutan tropis nan asri. Namun, untuk mencapai lokasi tersebut, pengunjung masih harus menempuh jalan berlumpur, berbatu, dan minim penunjuk arah. Akses inilah yang menjadi ganjalan utama dalam mengembangkan potensi wisata luar biasa ini.

Camat Marangkayu, Ambo Dalle, tak menampik bahwa Air Terjun Kembar memiliki daya tarik besar. Ia menyatakan siap mendukung pembangunan infrastruktur menuju lokasi tersebut, asalkan ada usulan resmi dari pihak desa atau pengelola lokal.

“Saya bilang kira-kira apa yang mau dimohonkan, nanti kita masukkan ke program kecamatan atau diusulkan ke Pemkab,” ujar Ambo Dalle, Selasa (10/6/2025).

Langkah ini membuka peluang bagi pemerintah desa untuk menginisiasi pengembangan destinasi wisata secara legal dan terstruktur, termasuk memasukkan proyek pembangunan jalan ke dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa maupun kecamatan.

Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, menegaskan bahwa pembangunan akses jalan adalah kebutuhan mendesak. Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan yang layak akan menjadi katalisator peningkatan kunjungan wisatawan ke Air Terjun Kembar.

“Kalau infrastruktur jalan itu dibangun, Insya Allah lebih dekat aksesnya ke air terjun,” katanya penuh harap.

Saat ini, pengunjung harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer dari titik akhir kendaraan untuk mencapai air terjun, dengan medan yang cukup menantang, terutama saat musim hujan.

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara menyambut baik inisiatif pembangunan, namun mengingatkan pentingnya melakukan analisis kelayakan ekonomi sebelum melakukan investasi besar. Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat serta-merta mengalokasikan anggaran besar tanpa melihat jumlah kunjungan wisata dan dampak ekonomi yang potensial.

“Kita lihat dulu potensinya seperti apa. Kalau yang mengunjungi belum ada lalu kita investasi miliaran, itu kurang cocok,” jelasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pemkab mengedepankan prinsip kehati-hatian fiskal dalam menyusun kebijakan anggaran pariwisata.

Sebagai langkah awal, Arianto mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan dana desa dalam membuka akses jalan sementara menuju lokasi air terjun. Selain itu, pengelolaan kawasan wisata juga harus memperhatikan legalitas lahan serta melibatkan masyarakat lokal melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kita siap dukung penuh kalau lahannya legal dan ada kelompok pengelola resmi,” tambahnya.

Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan profesionalisme pengelolaan objek wisata, sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian desa.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x