src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim C Benny (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebanyak 224 desa di 10 kabupaten/kota di Kaltim gelap gulita. Lantaran hingga saat ini fasilitas PLN tak mampu menjangkau ratusan desa tersebut, karena terkendala jarak dan geografis wilayah.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Kaltim, C Benny.
Diungkapkannya, kendala terbesar untuk menerangi 224 desa di Kaltim dengan PLN ini karena mobilisasi yang sangat jauh. Untuk itu, pihaknya berupaya menggenjot program penerangan desa dengan menggunakan Solar Cell.
Selain itu, untuk benar-benar dapat mewujudkan seluruh desa terang, Dinas ESDM juga menggandeng PLN untuk melakukan pemasangan aliran listrik bertahap di desa-desa yang lebih mudah untuk dijangkau.
“Karena jarak mobilisasi lumayan jauh ini kendalanya. Kemarin ada 224 desa yang belum teraliri oleh PLN. Targetnya dikasih Solar Cell. PLN sebenarnya sudah membantu dan kita sudah duduk bersama. PLN juga menyanggupi paling tidak 5 tempat akan teraliri PLN, sedangkan kami mampu setiap tahunnya hanya 6 tempat. Jadi kalau dalam setahun, totalnya hanya mampu 11 tempat saja,” ucapnya baru-baru ini.
Dikatakan V Benny, saat ini PLN memiliki daya lebih dari 500 Megawatt. Namun dengan energi listrik sebesar itu, masih belum mampu memberikan penerangan maksimal dan merata di 10 kabupaten/kota Kaltim. Lagi-lagi kendalanya karena jarak, kondisi geografis masing-masing daerah.
“Sangat disayangkan, satu sisi PLN banyak simpan tenaga, satu sisi kita masih kekurangan desa yang belum teraliri listrik, ini karena jarak. Seperti di Rantau Layung, ke sana bisa 5 jam. Apalagi mobilisasi peralatan sulit,” katanya.
Masih kata dia, di Kaltim sendiri selain memanfaatkan aliran listrik dari PLN, juga menggunakan PLTS dan bio gas dengan bekerjasama pihak terkait. Dan direncanakan, untuk tahun depan Dinas ESDM akan menerangi 40 wilayah di kabupaten Berau.
“Target tahun 2022, di Berau ada 40 lokasi yang akan kita beri bantuan bio gas. Sebenarnya energi baru kita banyak, seperti dari air, sinar matahari, bio gas itu sendiri dan Bome yang bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Dinas Kehutanan. Sebenarnya ada yang belum, yaitu bio massa. Ini lebih bagus lagi karena kita sudah lama program untuk memanfaatkan batu bara,” terang dia.
“Harapannya, kalau ada PLN sampai di sana bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lain juga,” tutupnya.
Penulis : Ningsih