src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua Satgas COVID-19 Disdikbud Kukar Tulus Sutopo (foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemkab Kukar belum memutuskan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tahun ajaran baru 2021-2022.
“Kami juga masih menunggu, kebijakan dari Satgas COVID-19 Kaltim, apakah di Kabupaten Kukar diperbolehkan PTM,” ucap Asisten I Setkab Kukar, Ahmad Taufik Hidayat, belum lama ini, di ruang Banmus DPRD Kukar, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penanganan Covid-19 di Kukar.
Selain itu, menurut Taufik, Pemkab Kukar belum lama ini menggelar Rakor, terkait situasi COVID-19 di Kukar, dan belum memutuskan untuk menggelar PTM bagi sekolah-sekolah.
“Rakor dipimpin Sekda Kukar Sunggono, hasilnya juga belum berani lakukan PTM di tahun ajaran baru ini,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan, Ketua Satgas COVID-19 Disdikbud Kukar, Tulus Sutopo mengiyakan, sampai saat ini belum ada keputusan apakah PTM bisa digelar.
“Dari segi kesiapan PTM, kita sudah siapkan sejak Januari 2021, ternyata dilakukan penundaan lagi, ” ucap Tulus.
Tulus mengisyarakat, jika dilakukan PTM, yang paling lebih dulu adalah tingkat SMA dan SMK, yang kewenagannya ada di provinsi. Setelah itu, tingkat SMP dan SD akan mengikuti. Disdikbud juga selalu Koordinasi dengan Dinkes Kukar terkait persiapan PTM.
“Selain pembelajaran daring, ada juga kita lakukan PTM, dengan suasana prokes yang ketat. Ada juga guru yang mengunjungi murid, ini dialami bagi wilayah yang tidak terjangkau internet, ” ucap Tulus, yang juga jabat Kabid SD ini.
Berkomentar Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Baharuddin berkeinginan tahun ajaran baru ini, digelar saja PTM dengan menerapkan prokes yang sangat ketat.
“Zona hijau di Kukar sudah mulai banyak, bisa saja diterapkan PTM,” ucao Baharuddin.
Baharuddin juga memastikan, tidak bisa berbuat banyak, jika Pemkab melalui Diadikbud belum berani PTM, dengan berbagai pertimbangan yang dimiliki Pemkab.
“Saya dukung Pemkab Kukar penundaan PTM, walau dengan berat hati. Karena secara pribadi, ingin saja pemberlakuan PTM dalam waktu dekat ini, ” Katanya.
Baharuddin punya pertimbangan tersendiri, kenapa berkeinginan PTM. Dalam pantauannya, orang tua dan siswa sudah terlalu jenuh dengan pembelajaran jarak jauh atau melalui metode daring.
“Pembelajaran online yang dilakukan selama pandemi, tolak ukur kelulusan dan kualitas pendidikan, jadi sulit terukur,” paparnya. (Andri)