30 C
Samarinda
Monday, April 15, 2024

Tolak Proyek Pembangunan Bandara VVIP IKN, Sembilan Petani Ditangkap Polda Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM — Pembangunan Bandara Very Very Important Person (VVIP) di Ibu Kota Nusantara menuai penolakan dari warga. Terkini, proyek tersebut memakan ‘korban’. Sejumlah warga ditangkap polisi akibat aksi penolakan proyek tersebut.

Bermula pada Sabtu, 24 Februari 2024 tepat pukul 20.16 WITA, ada sembilan warga Kelurahan Pantai Lango yang ditangkap oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasarkan rilis yang disebar oleh LBH Samarinda tertulis kronologi penangkapan warga Kelompok Tani Saloloang, Kelurahan Pantai Lango. Saat ditangkap, para petani sedang berkoordinasi terkait dengan aktivitas penggusuran lahan dan polemik pembangunan Bandara VVIP.

Saat diskusi di sebuah warung milik warga, terlihat Kapolsek Penajam melintas dengan alasan sedang jalan-jalan. Kemudian, kurang lebih tujuh mobil yang diduga berasal dari Polda Kaltim datang dan menangkap 9 anggota Kelompok Tani Saloloang. Di antaranya, Anton Lewi, Kamaruddin, Ramli, Rommi Rante, Piter, Sufyanhadi, Muhammad Hamka, Daut, dan Abdul Sahdan.

Penangkapan yang dilakukan oleh aparat Polda Kaltim disebut tanpa menunjukkan surat tugas. Menurut dari rilis tersebut, tuduhannya terkait dengan menahan alat berat dan membawa senjata tajam. Sedangkan, para warga berprofesi sebagai petani yang otomatis membawa alat berkebunnya seperti parang.

Berselang satu hari, tepatnya pada Minggu, 25 Februari 2024, surat perintah penangkapan baru diberikan ke pihak keluarga dari anggota polisi setempat.

Kapolres Penajam Paser Utara (PPU), AKBP Supriyanto membenarkan penangkapan tersebut saat diminta konfirmasi langsung pada Senin 26 Februari 2024. Kata dia, perkaranya ditangani oleh Polda Kaltim. “Benar, perkaranya sedang dalam penanganan Polda Kaltim,” pungkasnya. (Puput)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU