src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Mahasiswa UMB yang akan menjalani KKN internasional dilepas Bupati Berau. (Riska)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tingkat Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.
Mahasiswa tersebut mengikuti Program Pendampingan Masyarakat (PPM) kompetensi Inti perguruan Tinggi Muhammadiyah Asyiyah PTMA angkatan ke-6, sejak tanggal 12 Maret – 12 April 2023.
Bupati Berau Sri Juniarsih melepas mahasiswa bernama Rizki Maulana dari Prodi Manajemen, Lala Indri dari Prodi Akuntansi, dan Almani dari Prodi Ekonomi Pembangunan, Universitas Muhammadiyah Berau.
Dirinya memberikan apresiasi kepada perwakilan mahasiswa UMB yang akan mengikuti KKN Internasional tersebut dan berharap untuk dapat membawa nama baik Kabupaten Berau agar dikenal hingga mancanegara.
“Mudah-mudahan ketiga mahasiswa yang mewakili Bumi Batiwakkal ini dapat hasil yang luar biasa selama kegiatan KKN di sana,” jelasnya pada Rabu, 8 Maret 2023.
Sri Juniarsih juga meminta agar mahasiswa dapat mempromosikan potensi kekayaan alam melalui sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Berau.
Rektor UMB, Muhammad Bayu mengatakan, program KKN tingkat Internasional tersebut merupakan program pusat yang bergabung bersama dengan Universitas Muhammadiyah lainnya se-Indonesia.
“Untuk mengikuti KKN tingkat Internasional di Malaysia ini juga diseleksi,” tuturnya.
Dia senang karena UMB telah berhasil lolos pada tahapan seleksi. Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti KKN tersebut akan mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman selama berada di luar negeri.
“ini akan menjadi pengalaman bagi mahasiswa sehingga juga dapat meningkatkan grade maupun akreditasi kampus,” bebernya.
Dosen Pendamping UMB, Tiara Sari Mawi, menjelaskan bahwa ketiga mahasiswa tersebut mengikuti KKN di Kuala Lumpur, Malaysia selama kurang lebih satu bulan.
Dikatakan, akan ada presentasi program dari UMB di Malaysia.“Nanti akan dilakukan program pengabdian masyarakat di sana dan selama 10 hari didampingi dosen pendamping. Juga akan dilakukan seminar internasional,” pungkasnya.(**)
Penulis: Riska.