24 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

TIDAR Samarinda Gelar Diskusi Soal UU IKN

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Samarinda menggelar diskusi publik tentang Undang-Undang (UU) Ibu Kota Negara (IKN).

Diskusi publik yang diadakan pada hari Kamis, 12 Mei 2022 malam di Cafe’ Bagios mengundang sejumlah elemen kaum muda Kota Samarinda.

Narasumber yakni Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Budisatrio Djiwandono.

Diwawancarai usai acara diskusi publik, Ketua TIDAR Samarinda, Garin Yudha Primaditya menuturkan agenda ini dilakukan hanya untuk memberi ruang untuk para anak muda agar bisa menuangkan ide terkait IKN.

“Tidar hadir mengadakan kegiatan ini, dan kami tahu Pak Budi lagi ke Samarinda. Dengan waktu singkat, Alhamdulillah ratusan kaula muda ikut datang di kegiatan ini,” ungkap Garin.

Kata Garin, pemahaman soal UU IKN itu perlu diberikan kepada kaum milenial. Contohnya dengan diskusi seperti ini.

“Semoga kawan-kawan yang mempunyai pemikiran bagus itu tetap bertahan, dan terus mau memberikan ide cemerlang, serta semoga pemangku kebijakan bisa merealisasikannya,” harapnya.

Budisatrio Djiwandono mengucapkan  terima kasih kepada kaum muda Samarinda yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti diskusi publik tersebut.

Bahkan, dirinya sangat mengapreasiasi para kaula muda di Samarinda yang berani untuk mengungkapkan keluh kesahnya.

“Ini yang saya sangat senang dengan seluruh anak muda di Samarinda, dari diskusi publik saya mendapatkan aspirasi dari mereka tentang persiapan IKN seperti SDM, bahkan banyak rehabilitasi hutan dan lahan yang selama ini terdegradasi akibat aktivitas ekonomi, dan juga infrastruktur di 10 kabupaten/kota di Kaltim,” ucap Budi saat dtemui awak media.

Politisi dari Partai Gerindra berharap pembangunan IKN ini tidak hanya terfokus di lahan seluas 265.000 hektare. Namun, perhatian khususnya juga bisa diberikan kepada 10 kabupaten/kota di Kaltim.

“Termasuk masyarakat adat yang selama ini tinggal di IKN, semoga nantinya ada penyelesaian-penyelesaian yang baik khususnya mereka yang tinggal di IKN. Dan juga yang paling penting adalah ketahanan pangan di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Penulis: Riski

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU