22.8 C
Samarinda
Monday, July 15, 2024

Teluk Bayur Geger! Terungkap Pria Pengangguran Ternyata Dibunuh Ibu dan Adik Lelakinya

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB — Ingat kejadian pria yang ditemukan bersimbah darah dengan luka di leher di Jalan Sungai Kuyang Gg. Ramah RT 22 Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau pada Minggu, 19 Mei 2024 lalu?

Kasus ini bikin geger warga setempat. Ternyata, pria EJ (29) itu korban pembunuhan. Sadisnya lagi, pelaku pembunuhan adalah ibu kandungnya, M (52) dan S (22), adik lelaki korban.

Dalam jumpa pers yang digelar Kapolres Berau, AKBP Steyven Jonly Manopo, menyampaikan, awalnya pihak RT setempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Teluk Bayur. Korban ditemukan meninggal di dalam kamarnya.

“Langkah yang sudah kita ambil adalah jenazah korban dibawa ke RSUD Abdul Rivai untuk dilaksanakan visum. Kemudian Polsek Teluk Bayur dan Satreskrim Polres Berau melaksanakan olah TKP,” jelasnya pada Rabu, 22 Mei 2024.

Steyven membeberkan, dari hasil pemeriksaan jenazah ada kejanggalan terkait dengan meninggalnya korban. Penyidik melakukan penyelidikan lebih mendalam lagi serta menggali keterangan para saksi di sekitar TKP termasuk ibu dan adik korban.

“Penyidik mengambil kesimpulan dan menduga kuat bahwa kejadian meninggalnya korban ini melibatkan ibu dan adik korban sendiri,” ungkapnya.

Untuk motif dari kedua tersangka pembunuhan ini, berdasarkan pengakuan kepada penyidik adalah berlatar cekcok karena persoalan pribadi. Korban, disebut pelaku, sering mengambil uang karena tidak punya pekerjaan alias pengangguran.

“Kemudian Ponsel yang baru dibeli pelaku ingin dikuasai korban. Kemudian korban juga pernah memakai uang sebesar Rp7.000.000 untuk liburan ke Jakarta dan tidak pernah dikembalikan sehingga disitulah terjadi cekcok,” bebernya.

Korban EJ dirasa hanya menjadi beban keluarga sehingga tersangka M dan S berencana untuk menghabisi nyawa korban. “Malamnya kedua pelaku memang berniat untuk menghabisi nyawa korban. Sambil menunggu korban tertidur, ibu dan adik korban masuk ke kamar korban. S menindih badan korban, kemudian M menusuk leher korban sebanyak 2 kali,” ucapnya.

Kapolres menyebut, dilihat dari kondisi luka korban, ada tusukan di bagian leher sebelah kanan. Satreskrim Polres Berau telah menahan kedua tersangka. Barang bukti yang diamankan yakni 1 buah pisau terbuat dari stainless bergagang plastik,1 buah bantal guling warna coklat, 1 lembar sprei warna coklat motif gambar bunga dan harimau, 1 lembar sarung motif kotak warna biru putih, 1 lembar kaos lengan pendek warna biru muda, dan 1 lembar celana pendek warna biru, 1 lembar selimut warna biru motif bunga, 1 lembar celana pendek  bergaris-garis warna putih keabu-abuan, 1 lembar celana pendek bergaris warna putih dan ungu, 1 lembar kaos lengan pendek warna putih, dan 1 lembar kaos lengan pendek warna coklat.

Kedua tersangka terancam Pasal 340 KUHPidana Sub Pasal 338 KUHPidana. “Dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya,  pria EJ (29) ditemukan ibu kandungnya dalam kondisi bersimbah darah. Kejadian di Jalan Sei Kuyang, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau pada Minggu, 19 Mei 2024.

Polsek Teluk Bayur menerima laporan warga tentang penemuan mayat EJ. Ditemukan pertama kali oleh ibu korban. Di TKP ditemukan pisau dapur. Ibu korban hendak keluar rumah untuk melihat kondisi air pasang sungai kemudian menyalakan pompa air untuk mencuci piring dan baju. Pada saat melewati kamar EJ, sang ibu melihat anaknya sudah dalam keadaan terlentang di kamar tidur dengan posisi badan berlumuran darah.

“Dia mengecek anaknya sambil berteriak minta tolong,” tuturnya. Teriakan ibu korban didengar tetangga, Sanana Robet. Sanana mengecek kondisi EJ yang ternyata sudah tidak bernapas. “Tetangga korban ini langsung pergi menemui ketua RT. Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Teluk Bayur,” beber Humas Polsek Teluk Bayur Iptu Suradi.(Riska)

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER