24.9 C
Samarinda
Friday, January 21, 2022

Tebas Penagih Utang dengan Mandau hingga Ususnya Terurai, Pria Ini Mengaku Gelap Mata

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Nasib naas dialami seorang debt collector atau penagih utang berinisial Rl. Saat menagih kepada si peminjam berinisial Ct, dia disabet Mandau berkali-kali. Kejadian ini di Perumahan Tanjong Jl Usaha Tani, Mangkurawang pada Selasa 11 Januari 2022.

Ct (31) yang kalap menebas korban berkali-kali hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Bahkan, usus korban terburai.

“Saya nimpas Rl dalam keadaan gelap mata karena sudah membahayakan diri saya dan keluarga, ” ucap Ct saat penyidikan di ruang Reskrim Mapolres Kukar, Selasa 11 Januari 2022.

Ct menceritakan kronologis kejadian yang melatari peristiwa penganiayaan itu. Korban sudah berusaha menagih hutang sejak 5 Januari 2022. Namun, Ct  berusaha mendapatkan keringanan dan minta dilakukan penundaan pembayaran utangnya.

“Memang saya mendapatkan keringanan sampai Rabu 12 Januari 2022 besok, ” ungkapnya.

Rl tidak sabar menagih setiap hari. Baik melalui pesan WhatsApp. Terkadang, aku Ct, isi chat dari Rl berisi ancaman kepada diri dan keluarganya

“Jangan kabur kamu, pasti kamu saya cari, kita pasti ketemu (chatnya Rl), ini seperti sudah mengacam diri saya, ” ucapnya.

Puncaknya, kelakuan si penagih hutang berumur 21 tahun tersebut dianggap melewati batas karena anak Ct dilempar sandal. Padahal, anaknya tidak tahu menahu persoalan utang piutang tersebut.

Saat Rl menagih siang hari, sempat terjadi cekcok mulut antara Rl dan Ct. “Rl mendorong anak saya, saya dan memaki istri saya, akhirnya saya ambil mandau dan menimpasnya, ” ungkapnya.

Serangan pertama di arahkan ke pinggang sebelah kiri korban. Karena sudah kesal dan gelap mata, penimpasan dilakukan berulang-ulang.

Disinggung berapa besaran hutang dengan Rl, Ct tidak mengetahui secara pasti karena  yang meminjam adalah istrinya. Dia yang berprofesi sebagai surveyor tersebut hanya berusaha mencarikan uang untuk membayar utang tersebut.

“Kalau ada job survey dan pemetaan saya kerja, tapi jika tidak ada, saya freelance saja, ” jelasnya.

Kasubag Humas Polres Kukar, IPTU I Ketut Kartika, mengatakan, perbuatan Ct adalah pidana berat karena bisa  menghilangkan nyawa orang lain. Ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun.

“Setelah menimpas korban, Ct menyerahkan diri ke Polsek Tenggarong dengan menggunakan sepeda motor. Korban Rl masih dirawat di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, ” sebutnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU