27.8 C
Samarinda
Thursday, June 30, 2022

Tak Ada Open House Saat Lebaran

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kendati kasus COVID-19 sudah menurun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kompak meniadakan acara open house saat lebaran Idulfitri tahun ini.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan acara open house berpotensi menimbulkan perkumpulan banyak orang.

“Acara open house kalau dia direncanakan secara masif, itu dilarang. Dikhawatirkan akan terjadi kerumunan, karena kita masih pandemi,” ucapnya saat ditemui usai memberikan santunan kepada masyarakat kurang mampu di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.

Namun, open house hanya diperbolehkan bagi keluarga saja.

“Dibolehkan untuk keluarga. Saya kira, pertemuan kecil silahkan saja, karena kalau keluarga itu walaupun bukan lebaran, mereka tetap berkumpul,” katanya.

Hingga saat ini, kata dia, pemerintah pusat terus melakukan evaluasi untuk memutuskan apakah Indonesia memasuki masa endemik atau masih pada masa pandemi dengan melihat kondisi dan situasi perkembangan kasus COVID-19 pascalebaran tahun ini.

“Akhir Mei nanti kita akan melihat bagaimana grafik pertumbuhan perkembangan COVID-19, karena dengan arus mudik nanti apakah kasus bertambah atau tidak. Jika tidak bertambah, maka kita bisa memasuki masa endemik,” terangnya.

LARANG PAKAI MOBIL DINAS

Terpisah, saat menggelar acara silaturahmi Pemkot Samarinda bersama awak media tadi malam, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menggelar open house saat Idulfitri.

Hal ini berdasarkan arahan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kaltim. Tak hanya melarang open house, Andi Harun melarang seluruh jajarannya menggunakan kendaraan dinas untuk dipakai mudik lebaran.

Dirinya menegaskan, bagi pejabat yang ketahuan menggunakan mobil dinas untuk mudik, maka Pemkot Samarinda akan memberikan sanksi.

“Mulai besok sampai tanggal 8 Mei kita libur bersama. Tapi, dilarang mudik pakai kendaraan dinas. Tidak boleh membawa kendaraan dinas yang melekat padanya. Bagi pejabat yang kedapatan membawa kendaraan dinas, padahal larangan sudah ada, maka itu pelanggaran disiplin. Kalau punya jabatan, bisa kena sanksi. Bisa sanksi tertulis hingga berat,” tegasnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh jajaran di lingkup Pemkot Samarinda untuk langsung kembali bekerja setelah waktu libur bersama selesai.

“Libur bersama sampai tanggal 8 Mei dan kembali masuk pada tanggal 9 Mei. Itu wajib, karena jika dilanggar, maka akan dikenakan sanksi kepegawaian,” tutupnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU