src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua Pansus Kelistrikan Sapto Setyo Pramono. (Ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Provinsi Kaltim telah ditetapkan sebagai Ibukota Nusantara. Namun, ternyata masih ada banyak desa yang tak teraliri aliran listrik PLN. Jumlahnya ada 199 desa.
Mayoritas kondisi itu banyak dialami oleh desa-desa yang ada di wilayah pedalaman Kaltim. Bahkan dari data Dinas ESDM Provinsi Kaltim, desa yang gelap gulita paling banyak tersebar di Kabupaten Kutai Timur.
Ketua Pansus Kelistrikan DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono mengatakan, pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama dengan perusahaan -perusahan penghasil tenaga listrik yang berdomisili di Kaltim untuk dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
“Semua kita prioritaskan untuk 199 desa ini, yang terbanyak ada di Kutim sekitar 28 desa, lalu Kutai Barat ada 11 desa dan desa di kabupaten lain yang ada jauh dengan daerah perkotaan,” ujarnya kepada Headlinekaltim.co, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, sebenarnya Pemprov Kaltim melalui Dinas ESDM Kaltim telah melakukan lelang untuk memenuhi kebutuhan listrik di 199 desa tersebut. Namun, banyak kendala di lapangan, seperti kondisi geografis wilayah, tidak adanya sinyal, minimnya infrastruktur jalan menyebabkan PLN kesulitan menjangkau desa-desa tersebut.
Diterangkan Sapto, beberapa desa lain di wilayah pedalaman saat ini sudah bisa memanfaatkan penerangan listrik walaupun dengan batasan waktu.
“Yang digunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Ada saudara-saudara kita yang bisa menikmati listrik 24 jam, ada juga yang 12 jam dan 6 jam saja. Untuk itu, DPRD provinsi khususnya Pansus mendorong keterlibatan CSR untuk memaksimalkan program itu,” katanya.
PLN sendiri, kata dia, juga banyak mengajukan persyaratan untuk wilayah-wilayah yang akan dipasangi jaringan listrik. “Pertama, harus ada jumlah penduduk di situ. Kedua, jalan , kemudian ada jaringan. Kalau daerah terluar dan terpencil bagaimana? Untuk itu kita hadir di sana untuk mengupayakan tercapai target penerangan di 199 desa itu,” pungkasnya.
Penulis: Ningsih