src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pasar murah yang dihelat Diskoperindag Berau. (foto: Riska)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – – Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau Eva Yunita memastikan, selama dua bulan ke depan, stok bahan pokok di Bumi Batiwakkal aman.
Hal ini berdasarkan rapat dengan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) beberapa waktu lalu yang dihadiri kabupaten/kota.
“Stok bahan pokok untuk dua bulan ke depan posisi kita itu aman, ini menurut informasi yang kami peroleh dari distributor maupun dari Bulog,” ungkapnya.
Dikatakannya, tidak ada kenaikan bahan pokok secara signifikan yang terjadi di Bumi Batiwakkal menjelang bulan Ramadan.
Namun, pihaknya terus memantau fluktuasi harga khususnya harga pada bahan pokok.
“Karena kewenangan kita di bahan pokok. Jadi kalau ada barang dengan harga terlalu melonjak lalu ada reaksi, maka kami wajib melakukan sidak,” bebernya.
Menurutnya, saat mendekati bulan Ramadan biasanya harga bahan pokok seperti cabai dan bawang mengalami kenaikan. Hal tersebut disebabkan permintaan tinggi.
“Menjadi bumbu favorit saat bulan Ramadan dan Idulfitri,” ucapnya.
Untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok, pihaknya menggelar operasi pasar murah di halaman kantor Diskoperindag Berau. “Terakhir itu tanggal 21 Maret kemarin,” tuturnya, di sela pasar murah yang dihelat di halaman kantor Disperindagkop Berau.
Pihaknya akan terus mengadakan operasi pasar murah menjelang lebaran hingga ke kecamatan.
“Insyaallah kita akan akomodir supaya masyarakat di kecamatan juga dapat merasakan bahan pokok dengan harga yang lumayan perbedaannya, jadi tidak hanya di perkotaan saja,” jelasnya.
Eva mengatakan bahan pokok yang dijual meliputi beras, gula, minyak, daging beku dan bahan pokok lainnya.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog dan distributor.“Harga bulog kita kan sudah pasti ada, sementara harga distributor tentunya itu di bawah harga pasar, nah ini lumayan ada perbedaan sekian ribu. Kita coba dengan kebijakan seperti ini untuk membantu masyarakat,” tandasnya.
Kata dia, untuk sistemnya antre menggunakan kupon. Pihaknya sudah menyiapkan bahan pokok yang akan dijual. Kupon yang tersedia lumayan banyak dan antusias masyarakat luar biasa.
“Jadi mereka akan menulis barang pokok yang dibutuhkan, lalu memberikan list tersebut ke kasir untuk membayar lalu mengambil barang. Hal ini dilakukan supaya lebih tertib,” tuturnya.
Dirinya berharap agar ke depan operasi pasar murah tersebut dapat dilaksanakan di pertengahan bulan Ramadan.
“Khususnya untuk kampung-kampung yang ada di Kabupaten Berau. Sementara menjelang dekat lebaran rencananya akan dilaksanakan di perkotaan lagi,” pungkasnya.(#)
Penulis: Riska.