25.1 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

SKB Empat Menteri Selamatkan Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi

Oleh: Suid Saidi

Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang panduan belajar tahun pelajaran 2020/21 dan tahun Akademik 2020/2021 Nomor 01/KB. Tahun 2020/2021 merupakan upaya positif dari pemerintah dalam menyelamatkan bangsa Indonesia dalam kondisi pandemi Covid-19.

Langkah pemerintah ini akan efektif jika ada pemahaman dan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mematuhi apa yang telah menjadi keputusan bersama 4 Menteri tersebut.

Ketika ada pribadi/kelompok yang tidak menaati protokol kesehatan dengan alasan tempat-tempat wisata, pasar-pasar, dan tempat hiburan lainnya dibiarkan atau pemerintah tidak tegas dalam pengawasan, maka usaha pemerintah tidak akan berjalan secara efektif dan efisien. Akibat tidak ada kesadaran seperti itu, maka pandemi Covid-19 semakin merajalela yang berimplikasi pada menurunnya semua sektor, khususnya pada sektor ekonomi. Bahkan, ada korban jiwa.

Setiap hari muncul pertanyaan, apakah ini pertanda rendahnya kualitas berpikir bangsa Indonesia? Mari kita merubah pola cara berpikir, berubah dalam bertindak terhadap budaya yang merugikan banyak orang lain.

PENTINGNYA PENDIDIKAN

Masalah Pendidikan merupakan unsur penting dalam kehidupan, sebab dengan Pendidikan hidup kita akan lebih mudah serta dapat membedakan mana hak dan mana yang kewajiban.

Dengan Pendidikan kita mampu membentuk akhlaqul karimah yang baik. Dengan Pendidikan kita dapat mengembangkan karakter/jati diri bangsa sehingga tak mudah dikendalikan bangsa lain untuk memenuhi keinginan mereka.

Hak akan Pendidikan kita telah dipertegas oleh pemerintah melalui Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 31 yang berbunyi “tiap-tiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan Pendidikan”.

Setiap warga negara wajib mengikuti Pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya sebagai wujud tanggung jawab. Dalam masa pandemi, pemerintah dengan tegas telah mengeluarkan Surat Kesepakatan Bersama 4 Menteri yang salah satu isinya menyesuaikan terhadap panduan penyelenggaraan pembelajaran Tahun Pelajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Kebijakan tegas dari pemerintah harus direspon oleh seluruh rakyat bangsa Indonesia sehingga apa yang dilakukan pemerintah tidak sekedar lips service.

Kita yakin dan menyadari bahwa Pendidikan sangat penting bagi seluruh warga negara. Tetapi jauh lebih penting adalah kesehatan peserta didik oleh karena itu berlangsungnya Pendidikan pada zona kuning betul-betul memperhatikan protokol kesehatan karena virus Corona setiap detik mengancam kehidupan kita.

ZONA KUNING

Wilayah dengan kategori zona kuning dapat menyelenggarakan sekolah secara tatap muka langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Tentunya, guru atau pendidik pekerja profesional yang berada di garda terdepan dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di sini harus mampu menegakkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugasnya selama pandemic Covid-19, anjuran protokol kesehatan harus ditaati dengan sungguh-sungguh, interaksi dengan siswa dan lingkungan masyarakat harus menampilkan sebagai orang yang dapat mampu digugu dan ditiru sehingga eksistensinya menjadikan suritauladan dalam menjaga kesehatan.

Di lorong-lorong tempat lalu lalang orang, harus disiapkan tempat cuci tangan dan sanitizer untuk guru dan siswa, guru harus diperiksa kesehatannya/memeriksakan diri kepada petugas kesehatan. Ketika kita bicara tentang kesehatan, guru tentunya bicara tentang kesehatan rohani dan jasmani.

Jangan merasa terancam batinnya dengan informasi perkembangan Covid-19, dan di saat melaksanakan tugas sebagai guru, perlu dilengkapi alat pengeras suara pada saat mengajar dan tidak perlu mendatangi siswa dan tetap menjaga jarak. Siswa tidak perlu bersalaman dengan gurunya saat pulang.

ZONA MERAH

Pemerintah tegas melarang belajar dengan tatap muka langsung pada zona merah. Namun demikian, Pendidikan bagian dari hak warga negara yang tidak boleh berhenti sekalipun.  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tetap mendorong Pendidikan untuk berjalan terus baik dalam jenjang PAUD, SD, sampai Perguruan Tinggi. Pola Pendidikan yang digunakan adalah Pendidikan Jarak jauh (PJJ).

Tentu saja Pendidikan jarak jauh (PJJ) di masa pandemi bertujuan untuk memperluas akses serta mempermudah memberikan layanan Pendidikan dan pembelajaran. Pemerintah cukup adaptif dalam memberikan kesempatan pada pemerintah daerah menyusun kurikulum darurat sepanjang tetap merujuk pada kurikulum nasional.

Penulis berharap agar masyarakat, khususnya di sektor Pendidikan, menyadari di balik musibah pandemi ini ada hikmah yang bisa diambil. Seperti menuntut kita untuk berubah pada  hal-hal yang positif. Contohnya guru mengajar yang biasanya dengan cara manual, berubah menjadi menggunakan sistem teknologi atau sistem DARING. Hal ini sesuai dengan Era Revolusi Industri 4.0 dan era Disrupsi Informasi.

Hikmah yang lain dengan penyebaran Covid-19, secara aspek psikologis orang tua siswa lebih menghargai pada tenaga pendidik. Sebab, ternyata mengajar, mendidik dan melatih anak menuntut kemampuan tertentu. Dalam kesempatan ini penulis juga mengajak warga mengurangi budaya saling menyalahkan. Mari kita pacu pola berpikir kita lebih positif, kreatif, inovatif, aktif dan mampu mengembangkan karakter anak Indonesia yang ber-akhlaqul karimah.

*) Penulis adalah Dekan FKIP Unikarta

Opini yang masuk ke dapur redaksi headlinekaltim.co mengalami penyuntingan tanpa mengurangi esensi tulisan.  

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU