src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Setelah 8 Tahun Ditunggu, Gubernur Resmikan Gedung Baru SMAN 1 Tenggarong

Setelah 8 Tahun Ditunggu, Gubernur Resmikan Gedung Baru SMAN 1 Tenggarong

2 minutes reading
Monday, 19 Apr 2021 15:08 528 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Selama delapan tahun bertahan sebatas rangka, akhirnya gedung baru Ruang Kegiatan Belajar (RKB) SMAN 1 Tenggarong berdiri megah dan diresmikan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, Senin 19 April 2021.

Isran sekaligus meresmikan gedung SMAN 3 Muara Muntai dan SMAN 2 Tabang. “Alhamdulillah, gedung SMAN 1 Tenggarong sudah berdiri megah, setelah menunggu delapan tahun lamanya, ” ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Anwar Sanusi.

Anwar bercerita, untuk membangun gedung SMAN 1 Tenggarong, dia hanya melaporkan sekali ke Gubernur.

“Saya lapor ke Gubernur, langsung ada perintah dari Pak Isran, gedung SMAN 1 Tenggarong harus segera selesai pembangunannya,” jelasnya.

Mangkraknya pembangunan gedung SMAN 1  hanya karena faktor pelimpahan aset. Ini imbas UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah yang melimpahkan urusan pendidikan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi.

“Pembangunannya melalui APBD Kaltim tahun 2020,” paparnya.

Isran merasa senang, sekolah favorit di Tenggarong tersebut sudah bertambah 13 RKB. Harapannya, penambahan fasilitas dibarengi semakin meningkatnya kualitas SDM di Kaltim.

“Sekalipun ada sarana pendidikan yang belum lengkap, tapi pendidikan bisa lebih maju, asal komponen pendidikan terus mau belajar dan membaca referensi untuk mau berubah lebih baik lagi, ” ucap Isran.

Isran menyebut, secara pribadi lebih senang jika urusan pendidikan SMA/sederajat dikembalikan lagi kewenangannya ke kabupaten dan kota karena yang lebih tahu kondisi pendidikan di lapangan adalah pemda setempat.

“Contoh, yang lebih ngerti kondisi sekolah terjauh di Mahakam Hulu, ya Pemkab Mahulu. Pemprov belum tentu kuasai, ” jelasnya.

Kegembiraan juga terpancar dari wajah Kepala SMAN 1 Tenggarong, Asran. Dia memastikan, jika pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung, maka tidak ada lagi siswanya yang masuk siang hari.

“Dari 13 ruangan tersebut, ada salah satu ruangan yang dipakai untuk laboratorium komputer, ” ucap Asran yang menjabat sejak tahun 2018.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

LAINNYA
x