src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala DKP Kukar, Muslik.( foto: Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Demi mempertahankan kelangsungan populasi ikan air tawar endemik Sungai Mahakam, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar aktif menggelar razia ikan predator.
“Kita aktif gelar razia ikan predator di perairan sungai Mahakam, khawatir ada pembudidaya ikan yang tidak berizin,” sebut Kepala DKP Kukar, Muslik, Sabtu 3 Februari 2024.
Jika ada ikan predator yang lepas dalam jumlah yang banyak, tentu akan memangsa ikan asli lokal dan mengancam populasinya di sungai Mahakam. “Yang kita razia untuk ikan Arapaima dan Toman,” sebutnya.
Razia dilakukan bersama lembaga lain seperti Balai Karantina dan Pengendalian Mutu Ikan Kaltim. Demi mempertahankan populasi ikan lokal, DKP juga lakukan restocking ikan Gurame, Belida dan ikan lainnya. “Kita akan terus menjaga populasi ikan lokal karena Kukar sudah terkenal sebagai pemasok ikan yang paling besar di Kaltim, bahkan ikan Kukar juga rutin dikirim keluar Kaltim dalam bentuk olahan,” sebutnya.
Persoalan lain ditemukan di anak Sungai Tenggarong. Di sini, DKP lebih banyak merazia praktek penyetruman dan meracun ikan dan memang sering ditemukan. “Untuk mengawas dan razia, kami libatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang ada di Loa Ipuh,” jelasnya.
Sungai Tenggarong, sebut Muslik, juga menjadi sentra populasi ikan endemik khas Kukar dan tengah dilakukan re-stocking ikan di sungai tersebut. Saat ini, kondisi kualitas air sungai Tenggarong cukup sehat untuk populasi ikan endemik. “Sungai Tenggarong juga dipakai orang untuk memancing,” ujarnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim