src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
ilustrasi AiHEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi membuka Program Magang Nasional Batch 2 mulai Kamis, 6 November 2025. Program berskala nasional ini menawarkan 80.000 kuota bagi peserta dari berbagai daerah, memberikan kesempatan lebih besar bagi lulusan baru yang ingin mendapatkan pengalaman kerja profesional.
Dilansir dari Metro TV, Program Magang Nasional Batch 2 merupakan kolaborasi antara Kemenaker dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa perluasan kuota ini merupakan bentuk respons terhadap tingginya antusiasme peserta pada gelombang pertama. “Antusiasme peserta di batch pertama sangat tinggi. Karena itu, kami memperluas kuota agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata di seluruh wilayah,” ujarnya.
Program Magang Nasional Batch 2 ditujukan bagi fresh graduate dengan masa kelulusan maksimal satu tahun sejak tanggal ijazah. Durasi magang berlangsung selama enam bulan dan dilengkapi fasilitas berupa:
Peserta Program Magang Nasional dapat ditempatkan di sektor swasta, kementerian, lembaga pemerintah pusat, maupun unit vertikal di daerah, membuka peluang sesuai minat dan kompetensi.
Kepala Biro Humas Kemenaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan pendaftaran Program Magang Nasional berlangsung hingga 14 November 2025. Perusahaan penyelenggara dapat mendaftar hingga 11 November 2025.
Tahapan lengkap Program Magang Nasional Batch 2:
Untuk mengikuti Program Magang Nasional, peserta harus memenuhi kriteria:
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs maganghub.kemnaker.go.id, dengan langkah sebagai berikut:
Menteri Yassierli memastikan pengawasan ketat agar Program Magang Nasional berjalan sesuai aturan. Kemenaker menyediakan sistem monitoring dan evaluasi (monev) serta kanal pengaduan publik untuk mencegah penyalahgunaan program.
“Kami ingin memastikan magang berjalan sesuai aturan. Peserta wajib mencatat aktivitas harian di platform resmi, dan perusahaan harus menyediakan mentor,” tegasnya.
Pemerintah berharap Program Magang Nasional dapat menjadi jembatan antara lulusan baru dan dunia kerja, sekaligus mencetak SDM muda yang siap bersaing di pasar global. Dengan kuota 80.000 peserta, kesempatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia.