23.5 C
Samarinda
Sunday, May 16, 2021

Potensi PAD dari Retribusi Pandu Tunda Rp48 Juta/Bulan

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Banyak kapal ponton batu bara yang melintasi jalur sungai Mahakam wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) yang belum membayar kewajiban pandu tundanya. Terkait persoalan tersebut, DPRD Kukar memfasiltasi pertemuan membahas hal ini pada Selasa 13 April 2021 di ruang Banmus DPRD Kukar.

Rapat tersebut mengundang Dishub Kukar, perwakilan perusahaan, Pelindo IV serta Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda.

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid yang menggagas pertemuan tersebut, menyebut bahwa pendapatan pandu tunda sangat penting bagi daerah. Sebab, dipergunakan untuk perawatan jembatan yang dilewati berkali-kali oleh kapal tongkang batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

“Jembatan Dondang Kecamatan Muara Jawa beberapa kali kena tabrak kapal batu bara, akhirnya Pemkab Kukar menganggarkan perawatan jembatan tersebut, hampir tiap tahun, ” ucap Rasid.

Rasid mengharapkan pembayaran pandu tunda oleh perusahaan bisa tertib karena aturannya sudah sangat jelas dan tegas. Mulai dari regulasi tertinggi sampai tingkat daerah seperti peraturan Bupati hingga kesepakatan bersama antara perusahaan dan pemkab.

Baca Juga  Satpol PP Siap Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

“Pandu tunda niatannya penyelamatan aset jembatan Kukar, kalau jembatan runtuh apakah pelaku usaha mau bertanggung jawab? Sepenuhnya ada pada Pemkab, ” ungkap Rasid.

GM Pelindo IV Yusuf Yunus mengatakan, pembayaran pandu tunda menjadi hal yang wajib berdasarkan kajian Dirjen Perairan Laut Kementerian Perhubungan RI. Pandu tunda harus didukung demi kemajuan daerah.

Baca Juga  Pilkada Saat Pandemi, KPU Balikpapan Butuh Lagi Rp16 M

“Ini tinggal kemauan pihak perusahaan saja, mau nggak membayar pandu tundanya, kalau mau pasti akan dibayar,” ucap Yunus.

Perwakilan PT Bayan Group, Preges mengklaim, perusahaannya bukan tidak membayar pandu tunda, tapi sudah membayar paket kepada perusahaan jasa pelayaran tongkang.

“Yang menjadi kewenangan membayar pandu tunda adalah pemilik usaha pelayaran, bukan pada kami,” paparnya.

Kadishub Kukar Heldiansyah memperkirakan potensi pendapatan Kukar dari retribusi pandu tunda. Satu tongkang tarif Rp 40 ribu. Jika 40 kapal dalam sehari, pendapatan tembus Rp 1,6 juta dijumlahkan selama 30 hari.

“Jika tertib, pendapatan sampai Rp 48 juta per bulannya,” pungkasnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar