src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Antrean kendaraan di SPBU. (Riski)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite membuat sebagian masyarakat resah. Pasalnya, kelangkaan ini tak hanya terjadi di satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), melainkan di seluruh Samarinda.
Oleh sebab itu, jajaran Polresta Samarinda menggelar sidak di dua SPBU guna memastikan penyebab kelangkaan BBM Pertalite.
“Kami akan koordinasikan dulu untuk mencari formulasi penindakan BBM eceran. Dan kita harus kaji dulu dan memastikan permasalahan ini. Sehingga penindakan itu nantinya tidak menimbulkan konflik,” ungkap Kapolresta Samarinda, Ary Fadly kepada awak media, Rabu 20 Juli 2022.
Selain itu, Ary Fadly menambahkan walaupun penjualan BBM eceran menyalahi aturan, namun penindakan yang harus dilakukan dengan mengedepankan sisi humanis.
“Jadi nanti kami akan kembali melakukan pendekatan dan sosialisasi pada masyarakat yang berusaha menjual BBM eceran,” ucap Ary Fadly.
Perwira polisi melati 3 itu pun tak menampik bahwa kemacetan panjang yang terjadi beberapa hari ini penyebab kemacetan di jalan akibat banyaknya pengendara mobil yang mengantre untuk mengisi BBM.
“Ya harapan kami tentunya bisa kembali tertib. Karena semua saat ini memang sedang dibatasi. Pertalite paling banyak Rp 50.000 untuk sepeda motor dan Rp300.000 untuk kendaraan roda empat,” bebernya.
Kombes Ary Fadli juga mengimbau agar menghadapi fenomena saat ini pihak SPBU juga harus bergerak aktif. Minimal dengan mengetahui modus para calon pembeli yang merupakan pengetap BBM bersubsidi.
“Kenyataannya kemarin masih ada kendaraan yang kita temui tidak sesuai kapasitas pembeliannya. Hal ini juga harus direspon dan diketahui pihak SPBU agar menjadi perhatian bersama untuk menciptakan kondusivitas,” pungkasnya.
Penulis: Riski
editor: MH Amal