Beranda Berita Kutai Kartanegara Politisi Gerindra Kukar Soroti Kualitas Air PDAM di Desa Jantur

Politisi Gerindra Kukar Soroti Kualitas Air PDAM di Desa Jantur

Sopan Sopian. (foto: Andri/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) asal Partai Gerindra, Sopan Sopian mengkritisi persoalan distribusi air bersih di Desa Jantur Kecamatan Muara Muntai, yang masih masuk wilayah kerja PDAM Tirta Mahakam (Tirma) Kukar.

Mantan Kades Muara Muntai Ulu sering mendapatkan keluhan dari masyarakat setempat bahwa air PDAM terasa lebih lengket di badan.

“Air PDAM yang dikonsumsi masyarakat agak keruh dan lengket, ini penyebabnya kenapa? Kita belum ada penjelasan dari PDAM Tirma,” ucap Sopian, kepada Headlinekaltim.co

Dia menduga, bahan baku air bersih yang dikelola PDAM Ranting Jantur sudah banyak bercampur dengan getah tumbuhan air eceng gondok yang banyak di sungai. Jadi untuk menetralkannya butuh bahan kaporit lebih banyak dari kadar normal. “Kalau banyak kaporit, biasanya airnya lebih lengket di badan,” jelasnya.

Advertisement

Sopian menyarankan, jika bahan baku air bersih sungai jantur kurang layak, maka alangkah baiknya mencari sumber air lain. Jika bisa, PDAM lakukan pengembangan dengan menambahkan pipa sepanjang 5 Km lebar 4 inchi, tembus sampai Sungai Mahakam.

“Kalau sumbernya diambil dari Sungai Mahakam, bahan baku masih bagus dan layak sehingga dapat meminimalisir kebutuhan penggunaan kaporit,” jelasnya.

Sopian yang berasal dari daerah pemilihan 6 meliputi kecamatan yang ada di Hulu Mahakam ini, mengatakan, PDAM Kukar bisa melakukan pengembangan jaringan sampai ke kecamatan yang ada di hulu.

Baca Juga  Ratusan Reaktif, KPU Kukar Ganti KPPS yang Positif COVID-19

Sebab, Pemkab Kukar sudah melakukan penyertaan modal ke perusda yang mengelola air bersih tersebut. “PDAM yang ada di wilayah hulu bisa dilakukan pengembangan jaringan, bisa juga dilakukan perawatan secara berkala, demi memuaskan masyarakat,” pungkasnya.

Kasubag Humas PDAM Tirma, Alfian Noor tidak membantah apa yang disebut Sopan Sopian. Air terasa lengket karena air baku lebih banyak tercampur getah tanaman eceng gondong. “Tapi air yang sudah kita olah, sudah bebas bakteri dan layak dipakai, ” ujarnya.

Namun, terkait usulan pengembangan jaringan sampai ke Sungai Mahakan, kata Alfian, berat untuk direalisasikan. “Untuk pengembangan jaringan air bersih di wilayah hulu, sudah mulai dilakukan secara bertahap, “jelasnya.

Penulis: Andri

Editor: MH amal

Komentar