src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Salehuddin (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pandemi COVID-19 yang belum juga memperlihatkan ujungnya hingga kini, membuat banyak perusahaan “kembang-kempis”. Sejak awal korona masuk di Kaltim tahun 2020 silam, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus terjadi hingga Mei 2021.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin ikut menanggapi permasalahan pelik yang dihadapi oleh banyak pekerja di Kaltim. Selain itu banyaknya korban PHK perusahaan yang mengadukan nasibnya kepada anggota dewan Karang Paci.
Salehuddin mengatakan, Komisi IV DPRD Kaltim telah menerima data PHK karyawan dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kaltim yang juga menginput data PHK dari kabupaten/kota. Dirinya mengaku prihatin dari data tersebut diketahui pada awal 2021 terjadi lonjakan PHK, yang menyebabkan terbukanya jumlah pengangguran dan semakin meningkatnya kemiskinan. Data itu kata Salehuddin, juga berisi data karyawan yang dirumahkan.
Legislatif dari Fraksi Golkar ini meminta komitmen pemerintah dan OPD terkait untuk dapat membantu meringankan para karyawan yang mengalami PHK dan masyarakat untuk mendapatkan bantuan usaha dengan syarat yang mudah.
“Intinya kita minta komitmen pemerintah untuk fokus (penanganan masalah PHK dan pengangguran, red),” ujarnya.
Diungkapkan Salehuddin, Komisi IV DPRD Kaltim juga telah melakukan audensi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim beberapa waktu lalu. Audensi dilakukan untuk meminta beberapa opsi, sekaligus program-program prioritas yang dapat mengakomodir karyawan yang di PHK oleh perusahaan.
“Misalnya dari sisi perbankan, bisa memberikan intensif keringanan terkait dengan pinjaman. Atau bagaimana menghidupkan UMKM. Itu yang jadi salah satu hal kita rekomendasikan,” bebernya.
“Bisa langsung datangi UMKM, masyarakat atau pelaku usaha kecil kita datangi, diidentifikasi, dibantu dengan OPD untuk memberikan keringanan. Misalnya tadi, relaksasi pinjaman atau bantuan lunak yang pengembaliannya kecil,” imbuhnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih