src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Simulasi evakuasi korban pesawat jatuh. (SAR/IST) HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Rabu 23 Juni 2021 pukul 08.00 WITA, pesawat Enggang Airlines PK.123 rute Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dikabarkan lost contacts di sekitar perairan Teluk Balikpapan.
Pesawat mengangkut 25 orang penumpang termasuk kru tersebut diketahui take off dari Bandara Juwata Tarakan pukul 07.00 WITA. Namun, sekitar pukul 07.55 WITA, ATC/Airnav Balikpapan menginformasikan bahwa pesawat Enggang Airlines PK.123 lost contacts.
ATC Balikpapan menginformasikan, menerima sandi May Day dari pilot pesawat Enggang Airlines pada posisi 1°7′ 40.32″S 116°51′ 11.40″E, pada ketinggian 7.500 feet dengan heading 188° karena mengalami engine failed dan akan ditching.
Pukul 08.00 Wita, ATC sudah tidak dapat berkomunikasi dengan pesawat Enggang Airlines PK.123 dengan posisi pesawat terlihat dari radar sebelum hilang dari pantauan adalah PD PSS 1°17’16.32″S-116°48′ 6.24″ atau di sekitar Teluk Balikpapan-Selat Makassar.
Informasi hilangnya pesawat Enggang Airlines PK.123 juga dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan. Bersama dengan 43 unsur gabungan SAR, yakni 275 personil dan 30 Alut dikerahkan melakukan pencarian dan evakuasi.
Kejadian di atas adalah simulasi skala besar yang digelar oleh Basarnas Kaltim bersama dengan berbagai unsur gabungan SAR.
Kasi. Ops Basarnas Kaltim Octavianto mengatakan, Basarnas Balikpapan bersama unsur gabungan melaksanakan kegiatan simulasi SAR daerah guna penanganan pertolongan dan evakuasi pada laka pesawat terbang.
“Latihan ini dilaksanakan dengan skema kecelakaan udara dengan pesawat Enggang Airlines PK.123 dengan tujuan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dari Bandara Juwata Tarakan dengan 25 orang penumpang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan 44 unsur gabungan dan 30 Alut diterjunkan dan 275 personil,” ucapnya.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi SOP standar yang dapat dilaksanakan di wilayah Kaltim, bahkan wilayah Balikpapan seluruhnya. Ini juga dilaksanakan simulasi pertama, bukan demontrasi. Dilakukan bergerak bersama-sama di titik yang sama dengan kegiatan yang berbeda, sifatnya rill time dan rill situasi,” tutupnya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal