src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Petugas SAR mengevakuasi jasad korban. (ist)HEADLINEKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Sebuah perahu ketinting terbalik di sungai kawasan Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, Berau pada Kamis, 11 Agustus 2022 malam.
Kepala Kampung Bena Baru, Leth Anye menyampaikan, akibat kejadian ini, Daniel (30), warga RT 02 Kampung Bena Baru, tewas tenggelam.
Diketahui, dia pergi sejak sore sekitar pukul 17.00 WITA. Sudah menjadi aktivitas rutin korban untuk berpergian dengan ketinting menuju ladang yang tidak jauh dari kampung.
Leth mengungkapkan, saat hendak menuju ke ladang, korban rupanya tidak berpamitan dengan keluarganya. Lantaran sudah menjadi kebiasaan, sanak famili pun hanya menunggu kepulangannya.
“Namun, hingga matahari terbenam korban tak kunjung kembali, Jadi dalam beberapa waktu ini, memang korban sedang dalam pengawasan keluarga apabila mau bepergian dengan ketinting. Karena korban juga mempunyai riwayat penyakit tertentu,” ucapnya.
Akhirnya, warga Kampung Bena Baru pun berinisiatif mencari korban hingga ke ladangnya.
Sekitar pukul 20.00 WITA, masyarakat mendapatkan 1 unit perahu ketinting dalam kondisi terbalik.
Akan tetapi, korban tidak ditemukan. Masyarakat pun terus mencari di sekitar lokasi tersebut meskipun kondisi gelap.
“Kami lakukan penyelaman, dari hasil itu hanya didapatkan barang milik korban, termasuk ponsel genggam,” tuturnya.
Pada pukul 21.40 WITA, Leth pun melaporkan kejadian ke Unit Siaga SAR Berau. Setelah dilakukan pencarian selama 2 jam lebih, tubuh korban ditemukan oleh warga tepat di bawah perahu ketinting miliknya dengan kondisi tak bernyawa.
“Tubuh korban berada di titik yang agak dalam. Kami memakai benang pancing untuk mengaitkan baju pada tubuh korban,” terangnya.
Jajaran Unit Siaga SAR Berau langsung melakukan proses evakuasi. Koordinator Unit Siaga SAR Berau, Andi Irawan menyebutkan, diduga perahu ketinting milik korban karam saat hendak melabuh. Namun, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih belum diketahui lantaran tidak ada saksi mata.
“Jenazah korban langsung kami bawa ke RSUD Abdul Rivai, setelah itu bakal dipulangkan kepada keluarga,” ujarnya.
Dia menjelaskan, titik koordinat ditemukannya ketinting dan jasad korban berada di perairan menuju hulu Sungai Kelay. Lokasinya masih berada di wilayah Kampung Bena Baru.
“Dalam beberapa waktu terakhir sudah ada beberapa kasus laka kapal. Kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk waspada apabila hendak beraktivitas di sungai,” tutupnya.
Penulis: Riska
Editor: MH Amal