src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pengisian pantai di wilayah pesisir Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, cukup parah butuh pengananan serius (Antara Kaltim/Nyaman Bagus Purwaniawan)HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan keseriusannya dalam menangani abrasi di wilayah pesisir dengan mengalokasikan dana sebesar Rp4,1 miliar untuk pembangunan pemecah ombak di Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam. Anggaran tersebut telah dialokasikan dalam APBD 2025 dan dipastikan tidak terkena efisiensi atau rasionalisasi.
“Pemerintah kabupaten serius menangani abrasi yang terjadi di wilayah pesisir,” ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PPU, Ali Musthofa, di Penajam, Selasa (25/2/2025).
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pemecah ombak sepanjang satu kilometer di wilayah RT 07 Kelurahan Tanjung Tengah, mulai dari Pantai Corong hingga Muara Tunan. Pembangunan akan dilanjutkan hingga ke perbatasan Kelurahan Saloloang dengan panjang sekitar tiga kilometer menggunakan material buis beton.
Berdasarkan data, Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki garis pantai sepanjang 272 kilometer, yang sebagian besar terdampak abrasi akibat gelombang besar yang terjadi setiap tahunnya. Selain di Kelurahan Tanjung Tengah, abrasi juga melanda wilayah pesisir lainnya seperti Kelurahan Kampung Baru, Sungai Parit, dan Nipah-Nipah, serta Desa Sesulu, Api-Api, dan Babulu Laut.
“Kami tangani abrasi secara bertahap menyesuaikan anggaran yang ada. Tahun ini difokuskan di wilayah pesisir Kelurahan Tanjung Tengah,” jelas Ali Musthofa.
Abrasi yang terjadi di wilayah pesisir Penajam Paser Utara telah mengakibatkan pengikisan daratan setiap tahun, yang berpotensi mengancam pemukiman warga dan fasilitas umum. Oleh karena itu, pembangunan pemecah ombak menjadi langkah strategis dalam mitigasi dampak abrasi.
Selain pembangunan pemecah ombak, pemerintah Kelurahan Tanjung Tengah juga turut serta dalam upaya rehabilitasi lingkungan dengan menanam 5.000 pohon bakau (mangrove).
Lurah Tanjung Tengah, Asis Wibowo, mengungkapkan bahwa penanaman mangrove ini bertujuan untuk memperkuat kawasan pesisir dari abrasi serta memulihkan ekosistem laut di wilayah tersebut.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim