25.1 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

Pemkab Harus Siapkan Inovasi untuk Pariwisata Berau

banner dprd samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Madri Pani meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Instansi terkait agar dapat memiliki konsep baru atau inovasi untuk memajukan destinasi wisata.

Menurutnya, pemerintah daerah harus berupaya untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan memulihkan ekonomi masyarakat ataupun UMKM dengan mengangkat kearifan lokal Berau sendiri.

“Misalnya wisatawan boleh dari Kalimarau, nanti di sana ada bis yang menjemput khusus. Nah, bis ini lah yang mempromosikan dan menjual kearifan lokal kita, menunjukkan di mana ada madu asli, atau terasi, dia bawa ke sana, setelah itu mereka mau menginap di hotel, atau langsung ke speed boat silahkan. Nanti, setelah pulang dari Derawan bisa liat ikan, perekonomian masyarakat sana dan lain lain,” ujarnya.

Selain itu, jalur masuk pariwisata juga mesti diterapkan penarikan retribusi. “Misalnya di Kampung Tanjung Batu, seharusnya ada pajak retribusi masuk. Baik itu wisatawan asing maupun wisatawan lokal atau wisatawan Indonesia. Tujuan penarikan retribusi ialah membangun sarana dan prasarana yang ada di tempat wisata,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada dinas terkait untuk memberikan inovasi dalam memajukan dan meningkatkan pariwisata Berau. “Pikirkan konsepnya sebaik mungkin. Lakukan jemput bola, dana kita di pusat besar, di provinsi besar,” imbuhnya.

“Contoh saja ada makanan khas Berau, yang bernama Talinga Sagai, hidupkan kembali. kita jangan hitung untuk jual, jadi setiap tamu yang datang kita berikan oleh-oleh makanan itu. Hidangkan makanan kearifan lokal kita itu, kalau nanti mereka sudah merasai, ngapain kita mau cari burger segala macam, otomatis kan bisa dikerjakan masyarakat kita, atau UMKM kita. Jadi nanti BUMK milik kampung membeli ke masyarakat kampung, nanti pemerintah kampung menjadikan oleh oleh atau suvenir ke tamu. Nah di ADK itu dianggarkan,” tambahnya.

“Satu lagi contoh di pelabuhan dibuatkan tempat kapal wisata, rutenya jembatan Gunung Tabur ke Jembatan Sambaliung. Tiketnya Rp20 ribu dan di dalam kapal makanan lengkap, tentunya akan menarik wisatwan bahkan warga lokal untuk berwisata sederhana seperti itu,” sambungnya lagi.

Dia berharap pengelolaan sektor pariwisata supaya lebih maksimal guna membantu perekonomian masyarakat dan memajukan dunia Pariwisata Kabupaten Berau (CLD)

(Adv)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU