29.2 C
Samarinda
Wednesday, December 8, 2021

Perkebunan Sawit Bisa Membantu Pemulihan Ekonomi Setelah Dihajar Pandemi

banner dprd samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Saat angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 melandai, semua sektor pembangunan harus mulai digenjot. Salah satunya adalah sektor perkebunan yang hasilnya menjadi komoditas ekspor buat Kabupaten Berau.

“Perkebunan Berau luar biasa potensinya, terlebih perkebunan sawit. Pemkab Berau harus mulai berpikir kritis. Potensi perkebunan sawit dimaksimalkan sebagai andalan ekonomi daerah yang nantinya bisa menggantikan batubara. Apalagi dalam setahun terakhir batubara ini harganya sempat jatuh akibat pandemi COVID-19,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Andi Amir Hamsyah.

Menurutnya, Pemkab Berau juga harus berpikir bagaimana memutus ketergantungan dari komoditas batu bara. Caranya, dengan mengembangkan potensi unggulan lain yakni pertanian dalam arti luas, dan pariwisata sebagai lokomotif baru perekonomian. Mungkin tidak sebesar batubara dalam waktu singkat, tapi harus dilakukan.

Salah satu yang bisa dicontoh seperti upaya yang dilakukan Menko Perekonomian yang tetap melanjutkan program mandatory biodiesel 40 persen (B40). Disiapkan untuk mengganti energi batu bara dan migas. Kebijakan tersebut menyangkut 17 juta petani sawit se-Indonesia. Dan ini jadi peluang untuk dikembangkan.

Kelapa sawit merupakan sektor kedua terbesar setelah emas hitam. Bahkan diyakini jika Berau bisa menjadi penghasil bahan baku B40.

Dari data Dinas Perkebunan Berau, saat ini kelapa sawit memang mendominasi perkebunan di Berau. Dengan angka 80 persen dari luas perkebunan di Kabupaten Berau, berdasarkan data tahun 2019, luasan total perkebunan kelapa sawit baik itu swadaya, plasma, maupun Perusahaan Swasta Besar (PBS) sekitar 135.090,76 hektare.

Ada 24 perusahaan kelapa sawit yang tersebar di Kabupaten Berau. Hanya Kecamatan Tanjung Redeb dan Kecamatan Maratua saja yang tidak ada perkebunan kelapa sawit.

Salah satu alasan masyarakat banyak mengembangkan kelapa sawit karena sudah ada jaminan pasar. Perusahaan kelapa sawit juga sudah ada pabrik di sejumlah kecamatan. Selain itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada juga menyerap hasil panen petani di sekitarnya. (ADV)

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU