30.9 C
Samarinda
Thursday, May 13, 2021

Pedagang Kecil Dukung Pembatasan Jam Malam, Asal…

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, akan memberlakukan jam malam sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Kebijakan ini diberlakukan mulai Senin 7 September 2020.

Sejumlah pedagang kecil menyatakan tidak mempermasalahkan kebijakan jam malam yang membatasi aktivitas usaha pada pukul 22.00 WITA.

Hanya saja mereka meminta agar aturan tersebut benar – benar dilakukan secara merata dan tidak tebang pilih. Jangan hanya dilakukan kepada pengusaha kecil.

Sejumlah pedagang khawatir hanya tempat usaha berupa angkringan, kafe atau tongkrongan berskala kecil yang ditertibkan untuk menghindari kerumunan masyarakat.

Sementara, kebijakan tersebut tak berlaku bagi tempat hiburan malam atau kafe berskala besar.

“Pembatasan jam malam bagus saja dan kami mendukung rencana tersebut. Hanya saja pemberlakukannya harus dilakukan secara merata, tidak hanya di kami saja selaku pedagang kecil,” ujar Andre, salah satu pemilik kafe rombong di kawasan Pantai Melawai, Balikpapan.

Baca Juga  Kotak Kosong Hadir di Dua Pilkada, Begini Tanggapan Wagub dan Ketua DPRD Kaltim

Para pedagang juga khawatir akan kehilangan atau penurunan pendapatan dikarenakan aturan tersebut. Alasannya, mereka hanya buka dari sore hingga tengah malam.

Namun, jika surat edaran tersebut diberlakukan secara merata, para pelaku usaha kecil ini mengaku tidak akan mempersoalkannya.

Hal senada disampaikan pemilik kafe kecil di kawasan Klandasan, Balikpapan, Eti Kurniawati.

Baca Juga  Lurah Mugirejo Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Menurutnya aturan jam malam tersebut sangat baik jika diberlakukan, namun di semua sektor. Jadi tidak hanya tajam ke pengusaha kecil saja.

“Kalau bisa rata ya, tidak tebang pilih tempat yang menimbulkan kerumunan massa. Kalau bisa masyarakatnya juga mengikuti imbauan pemerintah, jangan dilanggar karena untuk kepentingan kita semua,” ujarnya.

Sejak pandemi COVID-19, kata dia, pedagang harus melakukan buka tutup mengikuti aturan pemerintah kota. “Kita jadi bingung juga, mau cari rezeki tapi harus ada pembatasan sejak April lalu,” tukasnya.

Penulis: Iwan

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar