Beranda BUMI ETAM KPU Samarinda Gelar Sosialisasi Persiapan Kampanye Pilkada 2020

KPU Samarinda Gelar Sosialisasi Persiapan Kampanye Pilkada 2020

Sosialisasi persiapan kampanye Pilkada 2020 digelar oleh KPU Samarinda. (Foto: Ningsih/headlinekaltim.co).
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda menggelar sosialisasi persiapan tahapan kampanye pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda tahun 2020 di hotel Aston pada Rabu 16 September 2020.

Acara ini juga sekaligus dimanfaatkan KPU Samarinda untuk melakukan sosialisasi PKPU Nomor 6 tahun 2020 Jo PKPU Nomor 10 tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pilkada dalam kondisi bencana non alam COVID-19.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin, Asisten I Pemkot Samarinda H Tejo Sutanoto, perwakilan Kesbangpol Samarinda, BPBD Samarinda, dan perwakilan partai politik pengusung pasangan calon.

Advertisement

Tejo Sutanoto mengingatkan agar setiap menggelar kegiatan sosialisasi Pilkada hingga pelaksanaan kampanye sampai pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda yang terpilih harus menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat saat ini Samarinda masuk zona merah pekat penularan COVID-19. “Sampai kemarin yang terkonfirmasi positif 1.602 orang, yang dirawat 472 orang dan yang sembuh 1.052 orang. Sekarang yang meninggal sudah 81 orang. Persentasenya 5,3 persen untuk angka terkonfirmasi positif, ini melampaui angka nasional yang hanya 4,4 persen,” bebernya.

Hal ini, kata dia, harus jadi kewaspadaan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pilkada. Jangan sampai ada klaster Pilkada. Kaltim ini ada 5 wilayah yang masuk zona merah, salah satunya Samarinda.

“Kepada seluruh parpol, KPU dan Bawaslu kami berharap agar benar-benar menaati protokol kesehatan. Apabila nanti ada temuan Paslon atau partai pengusung yang tidak menaati aturan, dan jika dia terpilih menjadi pemimpin di Samarinda, maka berdasarkan aturan Presiden, dapat dilakukan penundaan pelantikan,” tegasnya.

Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat juga mendukung apa yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Samarinda terkait dengan penerapan protokol kesehatan di setiap pelaksanaan tahapan Pilkada.

Menurutnya suatu kewajiban bagi masing-masing Bapaslon dan parpol pengusung maupun simpatisan selalu menjalankan aturan untuk menaati protokol kesehatan.

“Kami mendukung aturan terkait pelaksanaan kegiatan dengan menerapkan protokol COVID-19, di semua lini wajib melaksanakan. Tapi ini tentunya juga perlu dari dukungan semua pihak, Bapaslon dan partai pengusungnya,” kata Firman.

Pelaksanaan sosialisasi hari ini, kata Firman, ada kaitannya dengan semakin dekatnya masa kampanye sehingga ada beberapa aturan yang wajib diketahui oleh Bapaslon dan partai pendukung.

“Karena sudah memasuki masa kampanye maka hari ini kami hadirkan yang mewakili Paslon, Pemerintah Kota Samarinda sebagai pemilik wilayah. Kita minta Bapaslon paham dan ikuti aturan main dalam kampanye yang dimulai tanggal 26 September nanti. Intinya dalam pelaksanaan kampanye, tidak ada hal-hal yang bisa menimbulkan keributan, kericuhan, apalagi sampai merusak. Wajib ikuti aturan main yang telah ditetapkan,” kata Firman.

Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin mengingatkan kepada peserta kompetisi Pilkada untuk menjalankan aturan yang dibuat dan yang disepakati bersama. Terlebih kampanye di masa pandemi, ada aturan yang wajib ditaati.

“Jalankan metode kampanye dan kompetisi Pilkada sehat. Perhatikan sosial distancing dan protokol kesehatan ketika melakukan kegiatan. Ini harus benar-benar disosialisasikan, buat perjanjian dan jika dilanggar harus ada sanksi. Ini juga berdasarkan instruksi Kapolri,” kata Muin.

Penulis: Ningsih

Komentar