src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pangdam dan Ketua DPRD Dijemur Sampai Keringatan, Isran: Gubernurnya Sudah Stres karena Corona

Pangdam dan Ketua DPRD Dijemur Sampai Keringatan, Isran: Gubernurnya Sudah Stres karena Corona

3 minutes reading
Wednesday, 14 Oct 2020 16:10 201 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kodam VI/Mulawarman menggelar kegiatan Serbuan Teritorial Pencanangan Gerakan Perubahan Perilaku di halaman Gedung Makorem 091/ASN Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Rabu 14 Oktober 2020.

Bersama Pangdam Mulawarman Mayjend TNI Heri Wiranto, Gubernur Kaltim Isran Noor, Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK bersama jajaran Forkopimda Kaltim dan Samarinda menerima penjelasan tentang aplikasi sistem pelaporan terpadu (Combined Reporting System) berbasis web dan mobile, sebagai upaya pendisiplinan protokol Kesehatan oleh jajaran Kodam VI Mulawarman.

Gubernur mendengarkan penjelasan Pangdam.

Isran Noor dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berupaya aktif melakukan pencegahan dan penanggulangan penularan COVID-19 di Kaltim.

“Saya salut dan sangat hormat dengan inisiatif dan upaya yang dilakukan TNI-POLRI. Dalam hal membantu pemerintah daerah dalam hal menanggulangi COVID-19 di Kaltim,” ucapnya di hadapan seluruh peserta kegiatan.

Isran Noor mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menangani, menanggulangi dan memutus penularan COVID-19 di Kaltim.

Pelaksanaannya sesuai dengan pedoman-pedoman yang telah dibuat Presiden dan Kementrian terkait, termasuk yang dikoordinasikan oleh pimpinan TNI-POLRI.

“Terus terang saja, Corona ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita lihat dengan mata biasa, tidak bisa kita lihat dengan perasaan peraba sehingga kita semua harus diberikan kesempatan, peluang, menyusun strategis dalam menghadapi virus ini,” katanya.

“Tadi baru saja kami menyaksikan bagaimana menghadapi musuh COVID-19 dengan model-model yang dilaksanakan oleh pihak Kodam,” lanjutnya.

Orang nomor satu di Kaltim ini mengatakan, musuh yang dihadapi saat ini tidak gampang.
“Kalau musuh kelihatan, gampang. Ini musuh tidak kelihatan. Musuh kita ini sejenis jin. Jin ini ada, tapi tidak kelihatan, gaib. Kalau ini (virus) bagaimana mau kita komunikasi,” ungkapnya.

Satu-satunya cara, kata Gubernur, adalah menyusun strategi dan taktik yang akurat. Untuk itu, pentingnya mengikuti bagaimana instruksi negara dan pemerintah terutama dengan menaati protokol kesehatan yang benar sekaligus berdoa.

“Kita sudah sering dan tidak bosan mendengar, jaga kebersihan, pakai masker. Hindari kerumunan, jarak diatur, bukan diatur rapat tapi diatur yang minimal kerapatannya. Kita harus disiplin dengan doa. Kalau tidak berdoa, tidak melaksanakan kebatinan, keimanan dan keyakinan, kita bahaya,” imbaunya.

Isran mencairkan suasana dengan guyonan. Kata dia, dirinya sengaja berpidato berlama-lama agar jajaran Forkopimda Kaltim dan Samarinda bisa berjemur di bawah terik matahari.

“Alhamdulillah, kalian bisa berjemur, saya bisa terlindung. Ada dapat hikmahnya termasuk panglima kalian kena panas. Termasuk Ketua DPRD, sudah keringatan. Saya sengaja lama-lama pidato ini biar dia kena sinar matahari,” katanya disambut tawa semua yang hadir.

“Kita banyak santai saja, bercanda saja. Stres soalnya gubernurnya ini, setiap hari muncul Corona. Tidak sedikit orang-orang terbaik di Kaltim mendahului kita karena Corona,” ujarnya mengakhiri kata sambutan.

Mayjend TNI Heri Wiranto membenarkan apa yang disampaikan Gubernur Kaltim. Dia mengatakan COVID-19 adalah musuh yang tidak terlihat sehingga menyulitkan untuk mengetahui kekuatan musuh.

“COVID-19 ini bukan musuh terlihat, tapi mematikan. Kalau dalam pertempuran, jelas bisa kita susun kekuatan. Tapi sekarang tidak jelas kekuatannya. Kita susun strategi untuk mengalahkan, termasuk kita siapkan Tim mobile-nya dalam Satgas COVID-19. Intinya bagaimana kita memperkecil angka penambahan kasus dengan strategi mengubah perilaku masyarakat,” paparnya.

Pangdam juga menegaskan upaya yang dilakukan Pemprov Kaltim bersama TNI-Polri telah menurunkan angka positif COVID-19 bahkan menghentikan penyebaran.

“Tingkat kesembuhan mencapai 86,3 persen ini sudah bagus. Jadi 100 persen yang kena, tapi 80 persen sembuh. Kita berupaya menurunkan dan menghilangkan angka kematian,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x