29.3 C
Samarinda
Wednesday, July 17, 2024

OIKN Laporkan Tiktoker Bule yang Bikin Konten Meresahkan Soal Pembangunan IKN

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Viral unggahan seorang bule di akun media sosial Tiktok yang menyudutkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan pernyataan tak pantas. Konten tersebut dinilai sangat destruktif dan merugikan pemerintah Indonesia.

Pasalnya, pernyataan bule tersebut akan berdampak timbulnya penilaian negatif terhadap pemerintah yang kini sedang giat-giatnya membangun Ibu Kota baru Indonesia bernama Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagian kecil kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kami menilai pernyataan yang disampaikan oleh seorang bule Warga Asing yang mengaku sudah lama tinggal di Indonesia tersebut destruktif atau pernyataan yang mengarah pada hal-hal berkonotasi negatif bagi negara yang kini sedang membangun IKN di Kaltim,” tegas Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, kepada awak media Kamis 13 Juni 2024 di Sepaku, PPU.

Ia menyatakan, tentu dalam pembangunan IKN butuh masukan dari siapapun, sepanjang masukan-masukan yang konstruktif bukan justru destruktif, apalagi menyampaikan data dan fakta yang berbeda.

Alimuddin menilai, kalimat-kalimat yang disampaikan tidak layak tersampaikan di media sosial. Dengan membuat konten di aplikasi yang digandrungi anak muda, tentu banyak warganet yang mengonsumsinya. Bagi orang yang tidak tidak paham soal IKN akan berpikir dan memiliki pemahaman yang negatif sesuai narasi yang dibangun konten kreator bule tersebut.

Ia sebagai orang yang lama tinggal di Kalimantan melihat bentuk tanah yang tergambar di media sosial bule itu disinyalir bukan di Kaltim dan lokasi IKN. Selain itu, tumbuhan sekitar lokasi di video tersebut juga tidak mencerminkan kondisi IKN.

“Kita ketahui di lokasi pembangunan IKN ada tanaman tetapi jenis ekaliptus atau eucalyptus, sampai saat ini pun masih ada di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Menurutnya, narasi-narasi si bule itu harus dipertanggungjawabkan di mata hukum sesuai pasal-pasal Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena sudah cukup meresahkan.

“Bahkan beberapa kelompok-kelompok masyarakat menanyakan kepada kami, dan saya mengatakan itu tidak benar dan itu sangat destruktif, di saat kita sedang melaksanakan akselerasi percepatan pembangunan IKN,” sebut Alimuddin.

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu dicari tahu apa motivasi si bule ini sehingga yang bersangkutan melontarkan pernyataan yang dinilai tidak benar. Alimudin menegaskan OIKN tidak antikritik, tetapi sepanjang masukannya konstruktif dan solutif sehingga diterima dengan baik oleh pemerintah.

Menurutnya, pembangunan IKN itu untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan terlebih masyarakat sekitar IKN. Kalaupun hari ini masih ada persoalan-persoalan yang menyangkut masyarakat jelas dilakukan dalam proses penyelesaian-penyelesaian yang baik bagi negara tentu juga sangat pihaknya harapkan baik juga buat masyarakat yang terdampak.

“Ini penting dan harus kita luruskan supaya tidak menjadi bola panas yang bergulir ketika berita-berita itu dibaca atau didengarkan oleh masyarakat yang belum paham terkait seperti apa sih pembangunan IKN saat ini,” tuturnya.

Dia kembali menekankan bahwa sebagai orang Kalimantan yang berada di IKN, melihat kontur tanah dan pekerjaan dalam video Tiktok itu sudah tidak relevan dengan kondisi riil objek lokasi pembangunan IKN sekarang. “Bisa jadi ceritanya apa lokasinya ada dimana, dan tidak sekali dua kali pemberitaan seperti itu muncul, beritanya sekarang tapi video-videonya lama,” ujarnya.

Dicontohkannya, ada beberapa kali berita kawasan di RT 3 Sepaku, beritanya hari ini tetapi masih dimunculkan video jalan pada kondisi enam bulan yang lalu dan keadaan rusak parah. Padahal, sekarang kondisi sudah sangat baik dengan rigid beton setebal sekitar 40 Cm. Paling tidak mutu beton K300 atau K350.

“Langkah otorita IKN, kami sudah melaporkan dan beberapa masyarakat juga melaporkan kepada yang berwajib. Saya menyampaikan pesan kepada kita semua masyarakat, bahwa yang disampaikan tidak benar dan saya yakini lokasi dan tempat termasuk informasi atau berita yang disampaikan tidak pas,” pungkasnya. (iwan)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER