Beranda BUMI ETAM Nelayan Kutai Kartanegara dan PPU Rebutan ‘Rumah Ikan’ di Muara Pantuan

Nelayan Kutai Kartanegara dan PPU Rebutan ‘Rumah Ikan’ di Muara Pantuan

Penyelesaian konflik antara nelayan Kukar dan PPU. (foto: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Konflik antara nelayan Kutai Kartanegara (Kukar) asal Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana dengan nelayan Dusun Nenang, Penajam Paser Utara(PPU) terjadi di perairan Muara Pantuan. Kasus ini ditengahi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kukar Dadang Supriyatman berharap konflik ini selesai karena sudah ada langkah penyelesaian dari DKP Provinsi Kaltim. “Surat penanganan konflik nelayan Kukar dan PPU sudah keluar dari DKP Kaltim, ” ucap Dadang, Selasa 20 Oktober 2020 di kantornya.

Dadang menambahkan, kebijakan yang diambil DKP Kaltim adalah penanganan konflik antarnelayan harus melibatkan aparat keamanan di masing-masing kabupaten dengan mengutamakan  komunikasi dan koordinasi intensif.

Advertisement

Selain itu, DKP Kaltim meminta kepada nelayan Desa Muara Pantuan dan Dusun Tanjung Aju Desa Tani Baru untuk menarik diri. Begitu juga nelayan asal Nenang, PPU. Semua pihak sudah berkomitmen terhadap kesepakatan yang telah ditandatangani pada tanggal 20 Januari 2020 untuk sama-sama menarik diri. “Mari sama-sama komitmen terhadap kesepakatan, demi kebaikan bersama,” sebut Dadang.

Selanjutnya, nelayan Kukar dan PPU diminta untuk mencari ikan di wilayah masing-masing sesuai dengan titik koordinat daerah masing-masing. Jika keluar dari wilayah dan titik koordinat yang sudah disepakati, dikhawatirkan akan mencuat kembali konflik antarnelayan.

Pengawas perikanan DKP Kukar, Abdi, yang terjun langsung ketika terjadi konflik antarnelayan pada Sabtu 17 Oktober 2020 di Muara Pantuan mengatakan, perairan di lokasi yang jadi rebutan memang sangat menggiurkan.

Di perairan tersebut terdapat rumah ikan. Itu dibuat oleh salah satu perusahaan Migas yang beroperasi di Anggana. “Jika ada rumah ikan di perairan sebagai tempat berkumpulnya ikan, sangat mudah sekali untuk menangkap ikan,” pungkasnya.

Penulis: Andri

Komentar
Advertisement