25.1 C
Samarinda
Thursday, February 29, 2024

Nakes Kewalahan! Pasien COVID-19 Gejala Berat Penuhi UGD di Samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengungkapkan, saat ini, makinbanyak pasien COVID-19 dengan gejala berat yang masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) di sejumlah rumah sakit di Kota Samarinda, Kaltim.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Apalagi, angka kematian akibat COVID-19 di Samarinda kini mendekati 5 persen dari total jumlah kasus terkonfirmasi positif.

“Sekarang banyak masuk UGD tanpa rujukan dengan COVID-19 tergolong berat. Angka kematian kita 55 kasus dari total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.453 kasus. Masih di bawah nasional 5%, tetapi memang mengkhawatirkan. Sebab, kalau ditambahkan kematian pasien berstatus probable sudah mendekati 5%,” kata Ismed, Minggu 13 September 2020.

Pada Minggu 13 September 2020 pagi saja, tim BPBD Samarinda melakukan pemakaman protokol kesehatan COVID-19 sebanyak 3 jenazah. Dua jenazah pasien dari rumah Sakit Dirgahayu dan 1 pasien dari rumah sakit Hermina.

“Kasusnya semua COVID-19 tergolong berat. Pasien masuk rumah sakit melewati UGD hanya tadi malam dan kemarin malam. Semua pneumonia bilateral, sesak napas, saturasi di bawah 90% dan semua punya comorbid,” kata Ismed.

Ismed menambahkan jumlah pasien dengan gejala berat COVID-19 sangat tinggi  dalam sebulan terakhir. Padahal, Satgas COVID-19 telah gencar melakukan testing dan tracing dengan sekitar 300 uji swab dalam sehari.

“Sehari ada sekitar 300 orang yang kami uji swab. Sehingga penambahan kasus terkonfirmasi keniscayaan, dan bisa kita rawat isolasi mandiri atau rawat di RS Karantina,” kata Ismed.

Ismed mengungkapkan sekitar 90 persen kematian COVID-19 yang terjadi di Samarinda hampir semua masuk UGD dengan probable gejala berat.

Lebih lanjut, Ismed mengatakan laporan dari rumah sakit AW Sjahranie menyebut kondisi tenaga kesehatan kini kewalahan. Hal serupa juga terjadi di rumah sakit IA Moeis. Beberapa pasien gejala berat COVID-19 harus antre karena kapasitas ruang isolasi hampir penuh.

“”Sekarang rumah sakit rujukan COVID-19 di RSUD AW Sjahranie dan RS IA Moeis lagi menambah kapasitas ruang isolasi,” kata Ismed.

Penulis : Amin

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -