src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Musrenbang Kecamatan Samarinda Seberang, Program Tak Terakomodir Dievaluasi

Musrenbang Kecamatan Samarinda Seberang, Program Tak Terakomodir Dievaluasi

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Jan 2023 19:55 583 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Berbagai aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan yang ada di Kecamatan Samarinda Seberang disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Samarinda Seberang, yang dilaksanakan di Gedung Erlangga, Rabu 25 Januari 2023.

Musrenbang ini dihadiri lima anggota DPRD Samarinda Dapil 2, yakni Joha Fajal, Samri Shaputra, Elnatan Pasambe, Guntur dan Anhar. Serta Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi, perwakilan dari lintas OPD di lingkup Pemkot Samarinda dan seluruh Lurah se-Kecamatan Samarinda Seberang.

Aspirasi yang disampaikan mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, drainase, penanganan banjir, longsor hingga peningkatan UMKM yang ada di Samarinda Seberang.

Joha Fajal mengatakan, Musrenbang sangat penting dilaksanakan untuk sarana menyampaikan aspirasi dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, sebagai dasar acuan yang akan dibahas di DPRD Samarinda.

Dari sejumlah persoalan yang ada di Samarinda, kata dia, banyak diantaranya yang telah teratasi. Di antaranya penanganan banjir, penataan kota hingga peningkatan ekonomi kemasyarakatan melalui berbagai program yang digencarkan Pemkot Samarinda.

“Probebaya menjadi program unggulan Wali Kota untuk peningkatan Samarinda hingga ke lingkungan terkecil di tiap RT. Namun perlu diingat, jika ada program yang tidak sesuai dengan penggunaannya, maka perlu dibahas kembali. Karena di sana ada program pemberdayaan yang dibuat RT, maka ketika tidak sesuai dengan tujuan awal, harus dievaluasi, ” katanya.

Anggota DPRD Samarinda Anhar juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Pemkot Samarinda.

Sebab, diakuinya bahwa banyak aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur banyak yang tidak dapat dipenuhi.

“DPRD punya aspirasi sebesar Rp 1,2 miliar, tapi nyatanya realisasi yang didapatkan hanya Rp 400 juta. Makanya dengan Musrenbang ini menjadi pintu masuk aspirasi atas usulan yang belum terakomodir sehingga kita bisa bahas di DPRD Samarinda lagi, ” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Samarinda Samri Shaputra mengatakan, pihaknya akan mengupayakan untuk merealisasikan aspirasi warga yang belum terpenuhi di tahun sebelumnya.

“Aspirasi yang masuk Rp 1,250 miliar, tapi setelah disahkan hanya sisa Rp 400 juta, itu hanya bisa bangun 2 gang. Sehingga pada APBD Perubahan nanti usulan-usulan itu akan kita coba realisasikan, ” ujarnya.

Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan, usulan yang menjadi fokus pihaknya diantaranya terkait pengembangan potensi wisata di Samarinda Seberang hingga jalan-jalan rusak di beberapa akses penghubung Samarinda Seberang dengan kecamatan lain.

“Pengembangan wisata dengan membangun dermaga di depan Masjid Tua, sehingga wisatawan tidak hanya bisa datang dari jalan darat saja, tetapi bisa menikmati potensi sungai sebagai rangkaian wisata kita. Termasuk kerajinan manik-manik dan sarung tenun untuk menjadi ikon Samarinda, ” katanya.

“Untuk infrastruktur jalan, ada beberapa titik jalan penghubung seperti jalur interkoneksi IKN dari Tol Samarinda-Balikpapan. Kemudian Jalan Patimura, Jalan Bung Tomo yang kondisinya masih berlubang dan beberapa titik banjir, ” imbuhnya.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x