src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mahyunadi Tinjau Jalan Poros Muara Bengkal–Busang, Dorong Perbaikan Berkualitas dan Berkelanjutan

Mahyunadi Tinjau Jalan Poros Muara Bengkal–Busang, Dorong Perbaikan Berkualitas dan Berkelanjutan

3 minutes reading
Monday, 5 May 2025 11:05 398 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, melakukan peninjauan langsung ke jalur poros penghubung Muara Bengkal dan Kecamatan Busang, Senin (5/5/2025). Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan puluhan desa di wilayah tengah dan hulu Kutai Timur, namun kini dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius.

Kunjungan Mahyunadi ke lapangan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat soal akses jalan yang kerap rusak parah saat musim hujan. Jalan poros Muara Bengkal–Busang diketahui menjadi urat nadi bagi distribusi barang, transportasi hasil pertanian, serta mobilitas warga antar desa di kawasan pedalaman Kutim.

Warga di beberapa titik mengeluhkan kerusakan jalan yang parah, terutama di area tanah liat yang rawan becek saat hujan. Beberapa kendaraan bahkan dilaporkan terjebak lumpur dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran akan potensi terisolasinya desa-desa di daerah tersebut jika tidak segera dilakukan perbaikan.

“Saat musim hujan, jalan ini seperti kubangan. Mobil sulit lewat, motor bisa tergelincir. Kami sangat butuh perbaikan segera,” ujar Ahmad, warga Desa Long Lees.

Perbaikan jalan poros ini, menurut Mahyunadi, dilakukan dengan sistem swakelola, melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan perangkat desa. Model ini dinilai lebih efektif dalam percepatan pengerjaan sekaligus menyesuaikan desain jalan dengan kebutuhan dan karakteristik lokal.

“Kita dorong partisipasi warga karena mereka yang paling tahu medan dan kebutuhan desanya. Dengan swakelola, kita juga bisa menghemat biaya sekaligus memberdayakan masyarakat,” ungkap Mahyunadi.

Ia meninjau langsung proses pengerasan jalan di salah satu titik di Desa Miau Baru, yang kini mulai dilakukan penimbunan dan pemadatan. Sejumlah alat berat diturunkan ke lapangan, sementara warga secara bergotong-royong membantu pengangkutan material.

Meski proses perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu cepat, Mahyunadi mengingatkan bahwa mutu pekerjaan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, proyek jalan yang hanya mengutamakan kecepatan tanpa memperhatikan ketahanan struktur hanya akan menjadi beban di masa depan.

“Kami ingin pembangunan jalan ini bukan hanya selesai cepat, tapi juga tahan lama. Mutu pekerjaan harus jadi perhatian utama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegas Mahyunadi saat memberi arahan kepada tim pelaksana lapangan.

Ia juga meminta agar instansi terkait—baik dari Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur maupun aparat desa—melakukan pengawasan ketat terhadap setiap tahap pengerjaan, mulai dari pemilihan material hingga pemadatan badan jalan.

Jalan poros Muara Bengkal–Busang bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalur ini memegang peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi pedesaan, terutama di sektor pertanian, kehutanan, dan UMKM lokal. Banyak hasil kebun dan hutan rakyat dari Busang dan sekitarnya bergantung pada jalur ini untuk dibawa ke pusat distribusi dan pasar kecamatan.

Perbaikan jalan ini diharapkan akan mempermudah petani membawa hasil panen mereka, serta meningkatkan akses warga terhadap pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

“Jika jalan baik, ekonomi ikut bergerak. Ini yang menjadi alasan utama kami harus turun langsung memastikan pembangunan ini berjalan sebagaimana mestinya,” kata Mahyunadi.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x