src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menanggulangi banjir dengan memanfaatkan bekas lubang tambang (void), diragukan.
Walikota Samarinda Andi Harun yang mencetuskan bakal menjadikan void untuk kolam retensi pengurangan debit air di hilir saat curah hujan tinggi mestinya harus dikaji lebih dalam lagi teknis pelaksanaannya.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengatakan harus dipastikan lebih dulu kajian teknisnya seperti apa.
“Kolam retensi itu bukan hanya jadi kolam tempat penampungan. Tapi harus kering kalau tidak terjadi hujan. Lalu pada saat ketika hujan datang dapat menampung air,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler. Jum’at 12 Maret 2021.
Anggota DPRD dari fraksi PDIP tersebut menegaskan, void yang sudah menyimpan air tak layak menjadi kolam retensi. Jadi harus di kaji ulang oleh Pemkot Samarinda.
Jaya juga kembali mengingatkan, agar Walikota tidak memberikan kebijakan sepotong-potong untuk penangan banjir ini.
“Kalau untuk membuat polder, kemudian tidak ada penunjang lain seperti pompa, juga tidak jadi apa-apa,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Riski
Editor: Amin