src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Longsor Teluk Bajau, Kepala UPTD Wilayah II PUPR-PERA Sesalkan Pernyataan Walikota Samarinda

Longsor Teluk Bajau, Kepala UPTD Wilayah II PUPR-PERA Sesalkan Pernyataan Walikota Samarinda

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Apr 2021 15:55 412 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala UPTD Wilayah II PUPR-PERA Provinsi Kaltim Joniansyah menyesalkan pernyataan yang dilontarkan Walikota Samarinda Andi Harun yang mengatakan bahwa “Kepala PUPR Kaltim jangan hanya bekerja di balik meja”, saat melakukan peninjauan lokasi longsor di kawasan Teluk Bajau, Mangkupalas, Samarinda Seberang pada Minggu sore kemarin.

“Tidak benar. Walikota baru datang asal ngomong “bekerja di belakang meja”. Hargailah orang, bukan begitu caranya. Walikota tidak pernah ke lapangan, tidak pernah lihat kita kerja malam siang. Bisa marah juga kita orang lapangan dibegitukan. Coba tanya warga di sana, siang malam kami kerja. Terakhir saya kerja Jumat malam, dibilang duduk di belakang meja. Kasian juga, sedih saya, kayaknya tidak menghargai orang,” katanya saat dikonfirmasi headlinekaltim.co Senin, 19 April 2021.

Dia menjelaskan, UPTD Wilayah II Kaltim setiap hari terus bekerja melakukan pembersihan material longsoran sejak terjadinya longsor pertama di lokasi tersebut setahun silam. Namun karena kondisi bukit yang labil, ditambah dengan tingginya intensitas curah hujan, menyebabkan material longsoran ikut turun. Sementara alat berat dan mobil Dum Truk (DT) yang dimiliki oleh UPTD II PUPR-PERA Kaltim terbatas, juga harus menangani longsoran di beberapa tempat.

Kendala yang dihadapi saat di lapangan, terang Joniansyah, mayoritas karena cuaca. Karena jika hujan, material longsor ikut turun hingga kerap menutup badan jalan. Akibatnya jalan menjadi becek dan licin. Hal itu pula yang menyebabkan alat beratnya tak dapat bekerja maksimal, dengan medan yang berlumpur dan becek lantaran ban alat berat tidak dapat “mengigit”.

“Setiap hari kami bekerja, karena intensitas hujan tinggi hampir setiap hari, jalan jadi becek dan tanah susah diangkat. Mudah-mudahan beberapa hari kedepan kita minta waktu, karena bekerja dengan aktivitas lalulintas padat menyulitkan,” katanya.

Terkait dengan penutupan akses jalan Teluk Bajau yang diberlakukan sejak Senin siang tadi hingga Jumat 23 April 2021 mendatang, Joniansyah menyebut pihaknya akan maksimal bekerja membersihkan material longsoran, sehingga ketika lima hari ke depan, akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut yakni Samarinda Seberang-Palaran sudah bisa dilintasi warga.

“Iya hari ini ditutup, mudahan cuaca mendukung. Mudahan 5 hari ke depan cuaca mendukung, kami bisa angkat material. Penutupan itu juga dilakukan untuk memudahkan kami kerja juga kalau licin bahaya, itu alasan ditutup,” terang Joniansyah.

Untuk menunjang pekerjaan pembersihan material longsoran Teluk Bajau, UPTD Wilayah II PUPR-PERA Provinsi Kaltim mengerahkan dua unit eksavator, satu unit eksavator mini dan DT. Selain itu juga dibantu oleh Pemkot Samarinda yabg juga mengerahkan alatnya.

“Untuk pembuangan material longsor, kami tempatkan di bekas tambang yang berada persis di depan lokasi longsor,” katanya.

Disinggung perkembangan rencana pembuatan turap dan dinding penahan longsor yang akan dibangun di dua titik longsor sepanjang 175 meter dengan ketinggian 4 meter, Joniansyah mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapat kabar mengenai pelaksanaannya, lantaran proyek tersebut masih dalam tahap lelang.

“Sampai sekarang belum ada kabar, konon dari bidang masih proses lelang. Tidak tahu apakah sudah lelang atau belum. Kalau kami hanya pemeliharaan saja, yang penting aktivitas lalulintas lancar saja,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x