22.6 C
Samarinda
Minggu, April 18, 2021

Ketua Komisi IV Rusman Yaqub Minta Diknas Siapkan Sekolah Tatap Muka

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bersiap melaksanakan sekolah tatap muka pada Juni 2021 mendatang, dengan syarat mendapat izin dari pemerintah.

Menurutnya, perkembangan COVID-19 di Kaltim dalam beberapa pekan terakhir mengalami stagnan bahkan cenderung menurun. Untuk itu, pihaknya juga mendorong sekolah-sekolah untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk belajar tatap muka. Terlebih Juni mendatang telah masuk tahun ajaran baru.

“Komisi IV meminta Diknas, mempersiapkan bulan Juni tahun ajaran baru, sudah bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dan tetap mengingatkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Di Kota Samarinda sendiri, kata Legislatif dari Fraksi PPP ini, telah membuka usulan Sekolah Tangguh COVID. Secara umum Komisi IV DPRD Kaltim, lanjut Rusman Ya’qub sangat mendorong usulan tersebut. Pun jika dilakukan oleh Kabupaten/kota lain di Kaltim, dengan tentunya memenuhinya berbagai persyaratan yang telah ditetapkan.

“Samarinda sudah membuka usulan Sekolah Tangguh COVID dan segala macam, kita dorong saja. Kita harapkan kalau kewenangan provinsi, seperti setingkat SMA, relatif bisa siswanya diatur dengan protokol kesehatan,” pesannya.

Rusman Ya’qub menilai, dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah perlu kerja sama semua pihak, bukan hanya tanggungjawab dari Dinas Pendidikan saja, tetapi juga sekolah, siswa dan orangtua siswa itu sendiri.

Termasuk pengawasan ketika siswa berangkat ke sekolah dan pulang dari sekolah, yang dinilai sangat rawan menjadi salah satu faktor resiko terpapar COVID-19.

“Kita harapkan orangtua berkolaborasi dengan sekolah untuk pendidikan, Satuan Pendidikan. Apalagi di lingkungan sekolah itu tidak bisa jalan begitu saja, harus dibangun dan itu tugasnya Pemerintah supaya rakyat bisa jalan,” katanya.

“Yang terpenting juga pengawasan siswa dari rumah ke sekolah, itu ada ruang kendali yang kosong. Siapa yang mengendalikan? Kalau dia misalnya diantar jemput orangtuanya, tidak masalah. Tapi bagaimana jika berkendara umum, apakah diajarkan protokol kesehatan. Rawan berjubel, itu beresiko. Harus benar-benar disinkronkan semua,” tutupnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar