src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kepala Daerah Tak Hadiri Musrenbang, Isran Minta Maaf ke Dirjen

Kepala Daerah Tak Hadiri Musrenbang, Isran Minta Maaf ke Dirjen

3 minutes reading
Wednesday, 20 Apr 2022 17:58 420 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor menyinggung ketidakhadiran sejumlah kepala daerah kabupaten/kota di Kaltim pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023, yang dilaksanakan di Pendopo Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim pada Rabu 20 April 2022.

Menurutnya, kegiatan Musrenbang tersebut sangat penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Karena banyak hal yang dibahas, penyampaian kinerja maupun usulan-usulan yang diajukan kepada pemerintah pusat.

Sehingga kata dia, dengan ketidakhadiran Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, maka apa yang disampaikan kurang maksimal.

Gubernur Isran Noor menyebut, dengan kehadiran kepala daerah kabupaten/kota, diyakini semangat untuk membangun wilayahnya lebih besar.

“Kita mengevaluasi semangatnya. Jangan mentang-mentang sudah banyak anggaran yang diberikan pemerintah pusat dan provinsi, nggak usah saja, kirim Asisten,” sindirnya.

Atas kejadian itu, Gubernur Isran Noor bahkan sampai memohon maaf kepada Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Kementrian Dalam Negeri  Kemendagri) Teguh Setiabudi yang hadir secara langsung pada kegiatan Musrenbang Kaltim tersebut.

“Mohon maaf pak Dirjen, ini urusan internal kami dah,” ucapnya.

Kepada pimpinan daerah kabupaten/kota di Kaltim, mantan Bupati Kutim ini mengatakan, semua usulan dan syarat yang disampaikan oleh masing-masing kabupaten/kota telah dicatat dan akan ditindaklanjuti. Namun kata dia, terkait disetujuinya usulan yang disampaikan, akan dilihat dari masing-masing upaya yang dilakukan oleh kabupaten/kota itu sendiri.

“Semua syarat sudah dicatat, soal ditindaklanjuti atau tidak, itu soal lain, karena ini bisa saja berubah. Mohon maaf, kabupaten/kota yang selama ini banyak anggarannya, bisa saja kita kasihnya pada yang hadir (kepala daerah kabupaten/kota yang hadir dalam Musrenbang, red). Ya saya tidak sebutkan harus hadir, bisa saja berubah, karena semangat itu sangat menentukan sekali,” terangnya.

“Semangat juga menentukan hasil, maka kalau semangatnya kecil, tidak mungkin hasilnya banyak. Saya kira begitu,” sambungnya.

DIJULUKI ‘BANG TOYIB’

Gubernur Isran Noor juga menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi Bupati Kutai Timur. Yang mana dirinya sering dijuluki “Bang Toyib” oleh mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

“Pak Awang bilang saya “bang Toyib”. Padahal sudah saya kirim seperti ini (usulan Musrenbang, red), tapi kan semangatnya dilihat, berarti beda dengan yang hadir. Jadi, ini bukan ancaman, tidak, bukan ancaman. Tapi kita mengevaluasi semangatnya,” tegasnya.

Dikatakannya, beberapa hal yang belum dapat terakomodir kegiatan tersebut, Gubernur Isran Noor memastikan itu akan menjadi perhatian Pemprov Kaltim.

“Hal lain yang belum terakomodir dan belum kita bahas, akan menjadi perhatian. Ini persoalan seperti ini tidak gampang dan tidak susah, bisa dibikin susah, bisa dibikin gampang. Kalau sifat saya, dibikin gampang, tidak usah repot-repot,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Dirjen Bangda Kemendagri Teguh Setiabudi, juga dihadiri Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Ir Josaphat Rizal Primana, anggota DPR RI perwakilan Kaltim, anggota DPD RI perwakilan Kaltim, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK,  tokoh masyarakat dan tokoh organisasi kemasyarakatan.

Penulis: Ningsih

Editor: MH amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x