src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Aksi Aliansi Mahasiswa Kaltim menyambut Presiden Joko Widodo. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Aksi demonstrasi mahasiswa Kaltim menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo dibubarkan oleh aparat keamanan, Selasa 24 Agustus 2021.
Mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Samarinda ini tadinya berniat ‘mencuri’ perhatian Jokowi. Mereka mengusung sejumlah spanduk yang mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah.
Demonstran yang menyebut diri Aliansi Mahasiswa Kaltim membawa spanduk berbentuk replika kapal. Di tengahnya beridiri spanduk berbentuk bendera bertuliskan ‘REZIM OLIGARKI’.
Di sisi replika kapal tertulis di antaranya “KM Indonesia Maju, Nakhoda Pak Jokowi”, dan sejumlah tulisan bernada kritik soal penegakan hukum, penanganan COVID-19 hingga keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan modal perusak lingkungan.
Aksi ini dimulai dengan orasi di Jl Pahlawan. Peserta aksi lalu bergeser menuju tepi badan. Namun, aparat yang sejak awal berjaga-jaga langsung menghalangi pengunjuk rasa.
Sejumlah aparat terus menghalangi aksi hingga terjadi perdebatan dengan mahasiswa. Akhirnya, ‘kapal’ yang dibawa gagal ‘berlayar’ di depan Presiden.
Mahasiwa kemudian menggelar konferensi pers dan membacakan tujuh poin tuntutan yang disebut Tujuh Gugatan Rakyat di depan Makam Pahlawan pada jam 12.06.
“Kami kecewa pada sikap pemerintah dan pihak keamanan karena menghalangi kebebasan berekspresi dan menyampaikan keresahan pada Presiden RI,” kata salah satu peserta aksi.
Adapun Tujuh Gugatan Rakyat (TUGU RAKYAT):
2. Menuntut Presiden RI untuk mengutamakan kesejahteraan rakyat dalam hal penanganan kesehatan.
4.Menuntut Presiden RI untuk mengembalikan independensi KPK.
Editor: MH Amal