src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kandang Peternakan sapi milik Pak Jan di Simpang Pasir (Ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim memastikan ketersediaan hewan kurban tahun 2023 ini memenuhi kebutuhan. Menurut Kepala Bidang Keswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dyah Anggraini, saat ini terdapat sebanyak 12.267 ekor sapi. Sementara, kebutuhan hanya 11.194 ekor sapi.
Demikian halnya dengan ketersediaan ternak kambing. Di Kaltim jumlah ternak kambing mencapai 7.613 ekor. Sedang kebutuhan untuk Iduladha diperkirakan hanya sekitar 5.926 ekor.
“Masyarakat Kaltim tidak usah khawatir karena keperluan Idul kurban tahun ini Insyaaallah tercukupi. Bahkan dari ketersediaan dengan jumlah kebutuhan masih ada surplus di sini,” ujarnya.
Dyah menjelaskan, untuk memastikan kesehatan seluruh hewan kurban tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama dengan Pemerintah Kabupaten/kota telah membentuk tim kesehatan ternak dan pemeriksaan daging.
“Jadi, tim ini akan turun ke tempat-tempat penjualan hewan, ke tempat penggemukan hewan ternak dan melakukan pemeriksaan pada seluruh hewan ternak yang ada di sana. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah hewan layak atau tidak. Kemudian, nanti setelah dinyatakan layak, maka akan dikeluarkan surat kesehatan hewan oleh pihak berwenang,” terangnya.
Dyah menyebut ciri-ciri hewan ternak yang telah dinyatakan layak untuk dijadikan sebagai hewan kurban adalah tanda peneng atau surat kesehatan hewan.
“Pembeli bisa menanyakan apakah ada surat keterangan sehat untuk ternaknya. Kalau sapi biasanya sudah ada berkode identitas ternak, ada irteknya itu dia sudah terdata dan vaksin. Tapi kalau kambing memang belum ada irtek, jadi bisa menanyakan surat keterangan sehat hewannya. Itu salah satu mitigasi kita untuk mendapatkan hewan kurban yang sehat,” katanya.
Dia melanjutkan, pemeriksaan ternak dilaksanakan secara berkala. Apalagi banyak ternak yang masuk ke Kaltim ini berasal dari luar daerah, seperti NTT, Sulawesi dan Jawa Timur. Sehingga sebelum masuk, hewan ternak tersebut sudah harus melakukan pemeriksaan beberapa kali.
“Ternak dilakukan uji lab dan karantina bagi ternak yang berasal dari luar. Sampai di tempat tujuan, ternak diperiksa, divaksin ,” katanya.
Disinggung mengenai penyakit mulut kuku (PMK) ternak yang sebelumnya sempat merebak di Indonesia dan Kaltim, Dyah memastikan bahwa di Kaltim saat ini untuk kasus PMK ternak sudah terkendali.
“Di Kaltim kondisinya sudah terkendali, tentunya dengan mitigasi yang dilakukan,” imbuhnya.
Seorang peternak sapi, Jan, warga Simpang Pasir, Palaran mengatakan, 15 hari menjelang Iduladha, permintaan hewan sapi di tempatnya belum terlalu banyak. Dari 50 ekor sapi miliknya, baru 15 ekor sapi yang terjual.
“Ini masih belum terlalu ramai, biasanya kalau sudah mendekati hari raya ramai yang cari,” katanya.
Pak Jan menyebut, harga sapi kurban yang dijualnya bervariasi. Mulai dari harga Rp 16,5 juta hingga Rp 26 juta per ekor tergantung bobotnya. “Seperti sapi yang beratnya 90 kilo bersih itu hanya Rp 19 juta, beda-beda harganya, tergantung beratnya juga,” katanya.
Dikatakannya, seluruh ternak sapi yang ada di kandangnya sudah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, termasuk vaksin.
“Semua sapi di sini sudah diperiksa. Itu dua minggu kemarin datang petugasnya, sudah diperiksa, itu tandanya dikasih di telinganya. Sapinya juga sudah divaksin, Rp 100 ribu per ekornya,” sebutnya.
Menurut Pak Jan, sapi-sapi didatangkannya dari pulau Jawa dan Sulawesi saat usia masih kecil. Kemudian dilakukan penggemukan sebelum dijual. “Jual sapi sudah lama, kami memang penggemukan di sini, ambilnya dari Jawa sama Sulawesi,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang ternak sapi kurban lainnya bernama Kusno, warga Strat 9 Palaran mengatakan, tahun ini ternak sapinya banyak dibeli. Bahkan, sejak awal Juni kemarin sudah banyak yang memesan. Untuk harga jual sapi mulai Rp 17 juta hingga Rp 23 juta.
“Kalau saya jual Rp 23 juta itu yang bobotnya 100 kilo lebih. Jadi sapinya besar-besar, cuma sisa sedikit,” katanya.
Pembeli sapi kurban bernama Putri, warga Jalan Trikora, Handil Bakti, Palaran mengatakan, walaupun hari raya Iduladha masih 15 hari lagi, dirinya sudah membeli hewan kurban. Sebab, masih mudah mendapatkan sapi yang bagus dan sesuai keinginan.
“Dari sekarang beli kan masih banyak pilihannya. Kalau harga relatif ya, masing-masing kemampuan saja,” katanya.(Ningsih/#)