src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kaltim Steril Masuki Pekan Kedua, Operasi Yustisi Sampai Pukul 23.00

Kaltim Steril Masuki Pekan Kedua, Operasi Yustisi Sampai Pukul 23.00

2 minutes reading
Saturday, 13 Feb 2021 17:32 240 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendukung kebijakan Gubernur Kaltim Isran Noor tentang PPKM setiap Sabtu-Minggu terus dilakukan. Tim penindakan Satgas COVID-19 Kukar terus menggelar operasi yustisi di jalur dua pintu masuk ke Kota Tenggarong berlokasi di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang.

“Tim yang jaga dibagi tiga shift, operasi malam berakhir jam 10 malam, jika di lapangan masih terlihat ramai, maka operasi sampai jam 11 malam, ” ujar Kasi Penertiban Dishub Kukar, Hamidin, Sabtu 13 Februari 2021.

Operasi bersama  Satpol PP, Polres dan Kodim Tenggarong ini, menyasar warga Samarinda da daerah lain yang ingin ke Tenggarong. Jika tidak punya kepentingan mendesak, tim akan langsung meminta warga tersebut untuk kembali.

“Begitu juga warga Tenggarong dan sekitar, yang tidak punya kepentingan mendesak ke Samarinda, kami suruh kembali untuk menundanya di lain hari karena pemberlakuan Kaltim Steril setiap Sabtu-Minggu, ” ujarnya.

Tim juga tidak ragu memberikan sanksi sosial kepada warga yang kedapatan tidak memakai masker. Mereka langsung diganjar hukuman push up lalu diberikan masker secara gratis. “Demi mengantisipasi warga Samarinda terlalu lama di Tenggarong, kepada warga Samarinda yang punya kepentingan hanya sebentar, diharapkan meninggalkan KTP, setelah urusan selesai silahkan ambil kepada petugas jaga,” pungkasnya.

Tak jarang ada protes dari warga. “Di Samarinda saja nggak kayak di Tenggarong, dirazia seperti ini, kami biasa saja di Samarinda, ” ucap salah satu warga Samarinda, terlihat raut kesal dari wajahnya.

Pelaku usaha juga mengeluh. Meskipun tetap berjualan, tetapi sepi pembeli. Seperti dikeluhkan pedagang kue keroncong, Rusli. Sebelum ada Kaltim Steril, pendapatannya lebih Rp 100.000 per hari. “Kan orang Samarinda, kalau mau mau ke tempat saudara atau temannya di Tenggarong, ada saja yang beli kue untuk buah tangan, tapi ini sepi. Ya, kayak apa lagi, dari pada tidak ada pendapatan sama sekali, saya tetap jualan, ” keluhnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

LAINNYA
x